LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Cuaca ekstrem di Kabupaten Lebak dalam beberapa pekan terakhir ini menimbulkan bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat, kerugian akibat bencana alam selama sepekan terakhir mencapai Rp 2,7 miliar.
Bencana alam di Lebak menyebabkan 568 rumah warga terdampak banjir, longsor, hingga angin ribut. Tercatat ratusan rumah terdampak baik rusak ringan, sedang, hingga berat.
“Ya, bencana terjadi hampir merata di seluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Lebak. Paling parah terdampak adalah Kecamatan Malingping. Akibat bencana sepekan terakhir ini kerugian mencapai Rp 2,7 miliar,” ungkap Kepala BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Senin, 18 Maret 2024.
Menurutnya, dalam sepekan ini di Kabupaten Lebak mengalami bencana banjir, longsor, angin kencang, dan menimbulkan banyak kerusakan baik pemukiman maupun infrastruktur jalan desa maupun jalan kabupaten yang terputus.
“Ada 568 rumah yang terdampak baik itu cuaca ekstrem angin kencang, kemudian longsor, kemudian juga banjir, nah rumah dari 568 itu ada 183 rumah yang mengalami kerusakan,” ujarnya.
Dari 183 rumah yang mengalami kerusakan itu dibagi ke dalam tiga kategori baik rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat.
“Kita saat ini tengah mengklasifikasikan ratusan rumah tersebut. Kalau keuangannya memungkinkan menggantikan dibantu lewat stimulan, kalau misalnya tidak mungkin, nanti akan melalui Bansos TT yang ada di Dinsos, hanya semua nanti kita tunggu arahan dari pimpinan,” katanya.
Sementara itu, Sekda Lebak, Budi Santoso mengatakan, intensitas curah hujan cukup tinggi mulai dari sedang hingga lebat dalam beberapa pekan terakhir ini melanda Kabupaten Lebak mesti diwaspadai warga.
Warga yang tinggal di daerah bencana seperti banjir maupun tanah longsor mesti terus meningkatkan kewaspadaan khususnya saat hujan turun pada malam hari.
“Ya, cuaca ekstrem saat ini, selain berpotensi menyebabkan bencana alam banjir, longsor, juga berpotensi menyebabkan adanya gelombang tinggi di laut. Untuk itu masyarakat mesti meningkatkan kewaspadaan khususnya warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam,” kata Kepala BPBD Lebak ini.
Kata dia, belasan daerah di Lebak merupakan daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor. Mengingat letak geografis Lebak dikelilingi perbukitan dan terdapat beberpa aliaran sungai besar seperti Sungai Ciberang, Ciujung, Cidurian, dan Cimadur.
“Saya sudah intruksikan kepada BPBD dan Para camar agar senantiasa berkoordinasi untuk terus memantau wilayah rawan bencana. Ketika terjadi becana bisa cepat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah bencana,” kata mantan Kepala BKAD Lebak ini. (*)
Editor: Agus Priwandono











