LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) Aswari menganggap langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yang menganggarkan Rp2,4 miliar untuk untuk pembelian sofa, TV LED hingga Video Wall terlalu menghambur-hamburkan anggaran.
“Imala mengecam jika hal ini terus dilakukan apalagi di tengah keresahan masyarakat terkait bahan pangan yang terus naik, angka kemiskinan yang meningkat dan banyaknya anak yang putus sekolah karena maslaah ekonomi, sebaiknya pemerintah melakukan kajian lebih mendalam terkait ini,” kata Aswari kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 20 Maret 2024.
Diungkapkan Aswari, Pemkab Lebak dalam laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SIRUP LKPP) berencana melakukan pembelian alat kelengkapan rumah tangga untuk ditempatkan pada Kantor Setda Lebak.
Lebih lanjut, menurut Aswari seharusnya dana tersebut dialokasikan untuk kepentingan dan kebermanfaatan kepada masyarakat. Sehingga tidak memunculkan pro kontra di tengah masyarakat yang saat ini sedang kesulitan.
“Apa tidak sebaiknya dana yang akan digunakan untuk keperluan kelengkapan alat rumah tangga tersebut dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih jelas manfaat serta urgensinya,” ujarnya.
“Bisa juga dana sebesar itu dijadikan untuk membuat fasilitas umum untuk masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua bukan hanya oleh Pemerintah Kabupaten Lebak saja,” tambah Aswari.
Ia menambahkan, jika pembelian perabotan tersebut terus dilakukan, maka akan berdampak pada pembangunan daerah dan citra Lebak melekat pada daerh tertinggal lagi, karena tidak bisa mengelola anggaran dengan baik.
“Jika ini terus dilakukan oleh Pemkab Lebak saya rasa daerah kita akan terus jadi daerah tertinggal baik dalam segi pendidikan maupun yang lainnya,” tandasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi











