PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga gabah di Kabupaten Pandeglang mulai mengalami tren penurunan seiring mulai memasuki musim panen.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, Nuridawati, mengungkapkan bahwa harga Gabah Kering Panen (GKP) di petani saat ini sudah di kisaran Rp 5.800 per kilogram.
Harga ini turun jika dibandingkan harga GKP sebelumnya yang sempat naik sekitar Rp 8.000 per kilogram.
“Jadi untuk harga gabah sekarang ini, kemarin itu seperti di Kecamatan Banjar mereka menjualnya itu Rp 5.800, sudah turun lagi,” ungkapnya saat diwawancarai RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 21 Maret 2024.
Ia menyebutkan, untuk varietas gabah yang mengalami penurunan yakni Inpari 32, Ciherang, dan Mekongga.
Ia menjelaskan, gabah padi Inpari 32 merupakan jenis benih padi sawah irigrasi yang berasal dari turunan varietas Ciherang, yang memiliki umur panen 120 hari dan menghasilkan produksi 8,42 ton/hektare.
Benih Inpari 32 termasuk jenis varietas padi yang tahan ketika terjadi serangan hama wereng.
Lanjutnya, sedangkan gabah padi jenis Ciherang memiliki keunggulan tersendiri seperti cepat membuah dan batang padi yang kuat, sehingga jarang roboh akibat kencangnya angin dan hujan.
Kemudian, jenis gabah Mekongga merupakan persilangan antara padi jenis galur A2970 varietas yang sangat populer di Indonesia, IR64.
Varietas ini memiliki resistensi yang cukup baik terhadap serangan hama dan penyakit seperti serangan wereng coklat biotip 2 dan 3 dan penyakit bakteri daun.
Dikatakannya, dengan turunnya harga gabah, secara otomatis harga beras pun di pasaran ikut mengalami penurunan.
“Kalau di daerah Selatan itu kemarin masih Rp 6.800 karena rendemennya di sana tinggi, terus kalau di daerah Selatan itu menggunakan alat combane yaitu alat pemanen untuk padi, gabah masuk ke karung terus si kotorannya langsung kebuang,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono












