TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tunjangan Kinerja (Tukin) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tangerang belum cair. Hal ini menjadi sorotan Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana.
Andri pun meminta agar pembentukan Pansus Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang rencananya akan dilakukan pada Selasa, 26 Maret 2024, ditunda sementara.
Andri menilai, terhambatnya pembayaran Tukin para ASN di Kota Tanherang menunjukkan bahwa Pj Walikota Tangerang, Nurdin, tidak becus dalam mengelola anggaran daerah, khususnya dalam mengelola anggaran belanja pegawai.
“Tersendatnya pembayaran tunjangan kinerja para ASN menunjukkan bahwa Pj Walikota tidak mampu dalam mengelola anggaran,” ujar politisi PDIP ini, Senin, 25 Maret 2024.
Andri mengatakan, keterlambatan pembayaran Tukin akan berpengaruh terhadap pelayanan di Kota Tangerang. Terlebih, saat ini mayoritas ASN sedang menjalani ibadah puasa Ramadan 1445 Hijriah.
Andri berharap, Pj Walikota Tangerang tidak zalim dan segera mencairkan anggaran untuk membayar Tukin.
“Pj Walikota Tangerang jangan zalim kepada para pegawai. Tukin pegawai harus segera dibayarkan, kasihan para ASN sudah bekerja secara profesional,” imbuhnya.
“Jika Tukin tidak segera dibayarkan, dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas pelayanan,” tambahnya.
Pj Walikota Tangerang, Nurdin, mengatakan bahwa pihaknya sedang memproses pencairan Tukin ASN.
“Tunjangan hari raya sedang kita proses dan Perwalnya sudah ditandatangani tadi sesuai Permendagri mudah-mudahan segera cair,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 25 Maret 2024
Nurdin mengatakan, Pemkot Tangerang saat ini sedang merumuskan penyaluran Tukin ASN.
“Untuk Tukin karena ini menyangkut dengan kinerja, tadi temen-temen sedang merumuskan untuk penyalurannya seperti apa terkait kinerja dari masing-masing pegawai atau OPD (Organisasi Perangkat Darah),” imbuhnya.
“Bisa jadi antara satu OPD dengan OPD lainnya akan berbeda jumlah yang diterima karena menyangkut dengan prestasi kerja dan capaian kinerja dari masing-masing OPD,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











