SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, mengklaim bahwa secara umum, harga sudah makin terkendali, khususnya 20 bahan pokok.
Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten/kota dan pihak terkait selalu menjalin komunikasi untuk koordinasi dan sinergi dalam pengendalian inflasi.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, inflasi di Banten pada Maret 2024 sebesar 3,42 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan Februari yang sebesar 2,81 persen.
Untuk mengendalikan inflasi, Pemprov Banten melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Apel Siaga Pengamanan Pasokan dan Harga Pangan jelang Idul Fitri 2024 secara daring dari halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Kota Serang, Senin, 1 April 2024. GPM digelar serentak di 38 provinsi di 514 kabupaten/kota di Indonesia.
“Kalau kita lihat secara umum, bahwa harga sudah makin terkendali khususnya 20 bahan pokok termasuk di dalamnya beras. Begitu juga di Provinsi Banten kita melakukan Gerakan Pangan Murah komoditi-komoditi yang mamacu inflasi. Kita lihat harga-harga cukup terkendali dengan baik,” ujar Al.
Kata dia, Pemerintah tidak hanya menekan harga agar rendah, tetapi lebih pada keseimbangan antara produsen dengan konsumen.
Jika harga terlalu tinggi, konsumen keberatan. Sementara, kalau harga terlalu rendah, produsen tidak masuk hitung-hitungan biaya produksinya.
“Jadi kita selalu menjaga keseimbangan itu,” ungkapnya.
Masih menurut Al, Provinsi Banten memiliki kemandirian beberapa komoditas pangan selain mendapatkan pasokan dari daerah lain. Salah satu yang menjadi andalan adalah beras.
Provinsi Banten masuk delapan besar nasional produsen beras atau lumbung beras nasional.
“Di beberapa titik kita sudah panen. Mungkin puncaknya atau panen raya di bulan April,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketahanan pangan harus benar-benar dijaga bersama.
Dijelaskan, menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2024, Pemerintah telah antisipasi persediaan atau stok daging sapi segar, daging sapi beku, hingga daging kerbau beku untuk antisipasi permintaan yang meningkat. Hal sama juga pada persediaan telur ayam ras.
Al mengaku, dirinya terus menjalin komunikasi untuk berkoordinasi dan bersinergi dengan Bupati/Walikota dan pihak terkait dalam menjaga produksi dan pasokan barang untuk pengendalian inflasi.
Ditegaskan, Pemprov Banten memiliki instrumen yang cukup dalam pengendalian inflasi.
Ia juga memastikan, distribusi pangan pada musim mudik Lebaran 2024 tetap lancar.
Pasokan dan ketersediaan barang tetap aman. Pasalnya, angkutan barang untuk distribusi pangan termasuk yang dikecualikan dalam transportasi alias menjadi prioritas.
“Pola distribusi kabupaten/kota di Provinsi Banten insyaAllah aman. Untuk distribusi, di lapangan kita terus berkomunikasi dan saling memberikan informasi. Jadi untuk kesiapan kita Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2024, insya Allah bisa kita kendalikan,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











