PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memelihara kerukunan hidup antarumat beragama, pada momentum suasana Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah, forum musyawarah Batak halal bihalal di Pendopo Kabupaten Pandeglang.
Halal bihalal tersebut dihadiri bersama tokoh ulama, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Anggota DPR RI Komisi III Achmad Dimyati Natakusumah, Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, tokoh masyarakat Kabupaten Pandeglang, dan para Ketua Organisasi masyarakat (Ormas) se-kabupaten Pandeglang termasuk para tokoh Batak yang ada di wilayah Pandeglang.
Warga Batak yang ada di Kabupaten Pandaglang harus bisa menjaga kearifan lokal dan persatuan di Wilayah Kabupaten Pandaglang umumnya di Banten.
Hal itu disampaikan Amrin Siregar selaku tokoh Batak yang ada di Kabupaten Pandeglang dihadapan warga Batak pada acara Halal Bihalal Masyarakat Batak di Pendopo Pandeglan.
Menurut Amrin Siregar dirinya merasa terharu dengan berkumpulnya warga Batak pasca kejadian adanya pengeroyokan dan pemukulan terhadap salah seorang ustadz warga masyarakat Pendeglang beberapa pekan lalu.
“Bagi warga Batak yang berusaha di koperasi bank keliling dan bank tagih harus legal sesuai yang disampaikan ibu bupati Pandeglang sesuai prosedur izin operasionalnya,” ungkap Amrin Siregar, Sabtu 13 April 2024.
“Warga Batak juga adalah Dulur Dimyati, maka ingat sopan santun agar kita hidup aman dan damai di masyarakat. Jaga kearifan lokal yang ada di Kabupaten Pandaglang,” sambungnya.
Amrin Siregar mengingatkan seluruh warga Batak untuk menjaga kehidupan sosial dan solidaritas dengan tetangga di Kabupaten Pandaglang serta berbagi dengan sesama.
“Semoga kita semua diberikan keselamatan, dan semoga Tuhan yang Maha Kuasa merahmati kita semua,” ujarnya.”
Sementara itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan bahwa sebagai pemimpin, ia berkomitmen untuk mendukung semua etnis, suku, dan organisasi masyarakat agar bersatu demi kemajuan Pandeglang.
“Tanpa persatuan, kita tidak akan mencapai kesuksesan. Kunci utamanya adalah saling bermaaf-maafan dan saling menginspirasi. Warga Batak banyak memberikan inspirasi bagi kita, baik dari segi semangat usaha maupun kemampuan,” ungkapnya.
Irna Narulita mengatakan, pihaknya pun harus bisa menjadi pahlawan untuk mereka, sehingga hal itu bisa saling menguatkan umumnya Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang.
Irna Narulita meminta kepada masyarakat Batak harus menjaga kearifan lokal masyarakat setempat khususnya di Kabupaten Pandeglang.
Ia menjelaskan terkait koperasi atau bank keliling, harus mengikuti prosedur izin yang berlaku. Pihaknya akan memfasilitasi proses perizinan tersebut.
“Koperasi merupakan tulang punggung ekonomi kita. Jika mereka ingin mendapatkan izin, tentu kami akan memudahkan prosesnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kenyamanan dalam pinjaman serta menjaga keberlangsungan usaha mereka agar tidak beroperasi secara ilegal,” jelasnya.
Irna menekankan pentingnya menjaga agar koperasi beroperasi secara legal, karena operasi ilegal dapat menjadi sumber masalah di masa depan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pandeglang harus terus mengawal koperasi agar aktivitas mereka sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Kehadiran koperasi ilegal bisa menimbulkan masalah serius. Kami akan mengawal mereka untuk memastikan usaha mereka berkembang dan sukses. Di momen Idul Fitri ini, mari saling bermaaf-maafan, menghalalkan yang tadinya diharamkan. Kita semua punya kesalahan, namun kita bisa memperbaikinya. Kemarin ada masalah kecil dan sudah ada solusinya, karena kita semua adalah keluarga besar,” ucapnya.
Sementara itu Anggota DPR RI Komisi III Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, walaupun mereka asalnya dari luar Banten berbeda-beda suku tetapi mereka tetap terikat kekeluargaannya yang berada di Banten.
“Kalau mereka terikat keluarga yang ada di Banten berarti sadulur, apalagi di sini sadulurnya Dimyati. Maka jangan coba-coba colek mereka ganggu mereka sakiti mereka, kalau sakitu mereka pasti Dimyati juga akan sakit,” katanya.
Dimyati melanjutkan, dirinya meminta kepada sesepuh tokoh Batak agar mereka warga Batak jangan sampai seenaknya merusak harkat martabat terhadap kerabat dulur Dimyati tersebut.
“Dengan pertemuan ini menjalin silaturahmi tentu ini bagus, semua elemen dihadirkan, maka di sinilah menjadi bersama. Semua kejadian kita ambil hikmahnya dan jangan sampai kejadian itu terulang kembali,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











