CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Buruh di Kota Cilegon konsisten menyuarakan tiga tuntutan kepada Pemerintah. Hal itu disuarakan Ketua Forum SP/SB Kota Cilegon, Rudi Syahrudin, saat memberikan orasi di Peringatan May Day Kota Cilegon, Rabu, 1 Mei 2024.
“Di peringatan May Day 2024 ini, kami tetap menyuarakan tiga tuntutan. Pertama kita mohon untuk mencabut undang-undang omnibus law Ciptaker Ketenagakerjaan, kedua adalah hapus outsourcing dan yang ketiga tolak upah murah, karena secara nasional juga semua nuntut itu,” pintanya di sela kegiatan May Day 2024 di Jalan depan kantor Walikota Cilegon.
Menurutnya, dari tiga tuntutan tersebut, dirinya merasa haknya di rampok karena sangat jelas merugikan pada kaum buruh.
“Karena jelas yang namanya buruh itu tidak dihargai dengan upah murah makanya kita menolak upah tersebut,” katanya.
“Outsourcing atau karyawan kontrak juga kita minta agar dihapus karena itu jelas merugikan daripada rakyat atau masyarakat Indonesia yang dikasih pekerjaan paling hanya tiga bulan PHK, lagi PHK Lagi. Selanjutnya, undang undang omnibus law cipta kerja, ini juga merugikan semua bahkan bukan buruh saja anak cucu kita berdampak karena kebijakan undang undang itu,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus mengawal dan tidak akan berhenti untuk memperjuangkan daripada hak-hak buruh.
“Jadi jelas semua itu merugikan kaum buruh, karena perlindungan juga sama sekali tidak ada. Misalnya, untuk kontrak seumur hidup, tapi faktanya tidak seperti itu, yang kontrak paling itu tiga bulan, enam bulan putus. Buat apa kita menyekolahkan anak tinggi-tinggi ketika dapat pekerjaan kontrak yang ga jelas di upah murah, makanya kita akan lawan terus,” tandasnya.
Sementara menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian menyatakan, bahwa kesejahteraan itu memang menjadi hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun kata dia, kategori sejahtera itu tidak pernah ada.
“Yah kita paham sekali, kesejahteraan menjadi hal yang paling penting. Cuma kan kategori sejahtera ini kan tidak pernah ada yang namanya tolak ukurannya,” kata Helldy.
“Bagi orang lain angka Rp 4 juta itu sudah sejahtera, namun bagi yang lainnya Rp 10 juta belum sejahtera. Artinya, kesejahteraan yang dimiliki seperti happy juga kan merupakan kesejahteraan begitu yah,” tukasnya.
Maka dari itu, Helldy mengungkapkan, bahwa dalam memperingati May Day itu tidak hanya melakukan demo saja. Akan tetapi meluapkan aspirasi bisa dengan acara yang dikemas hari ini, sehingga yang kurang bisa diperbaiki agar di Kota Cilegon lebih baik kedepannya. (*)
Editor: Agus Priwandono











