LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kondisi jalan Kabupaten Lebak yang rusak dan viral banyak mendapat sorotan dari warga hingga mahasiswa. Bahkan saking resahnya, warga Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, menanam pohong pisang dan mancing lele di ruas jalan kabupaten yang rusak pada 24 April 2024 lalu.
Menanggapi banyaknya jalan rusak, Pj Bupati Lebak, Iwan Kurniawan mengatakan, jalan rusak tersebut karena faktor hujan yang deras. Saat ini pihaknya, akan terus melakukan upaya untuk meperbaiki jalan kabupaten yang rusak.
“Terkait jalan rusak, saya juga melihat di beberapa lokasi, ada beberapa informasi yang saya dapat. Yang pertama kondisi jalan rusak ini, kalau kita ketahui dan kita semua merasakan, musim hujan yang sangat panjang, sampai saat ini, masih hujan yang cukup besar,” kata Iwan saat ditemui RADARBANTEN.CO.ID, Kamis, 2 Mei 2024.
Ia menjelaskan, wilayah Kabupaten Lebak merupakan yang terluas di Banten dan memiliki ruas jalan kabupaten dengan total panjang 749 meter. Tentunya, kondisi tersebut menurut Iwan perlu anggaran yang cukup besar.
“Saat ini pemerintah Kabupaten Lebak, sudah mengintervensi untuk jalan mantap, sampai dengan 79 persen, sisanya 25 persen yang belum tertangani, ini perlu diintervensi,” ujarnya.
Disampaikan Iwan 75 persen tersebut, dengan persentase 520 kilometer jalan yang sudah tertangani dan sisanya 25 persen kondisi jalan di Lebak belum tertanggani hingga saat ini.
“Ini kaitannya dengan data kewenangan kabupaten. Jadi jalan kabupaten yang saya bicarakan ini,” terang Iwan.
Terkait dengan penanganan jalan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus melakukan upaya dengan anggaran APBD yang ada. Selain itu Pemkab Lebak, melakukan komunikasi dengan Kementerian PUPR untuk program pembangunan jalan di Lebak.
Iwan menambahkan, Pemkab Lebak terus mengintervensi yang 25 persen sisa jalan rusak. Karena pada tahun anggaran APBD 2023-2024 dan tahun-tahun sebelumnya, anggaran yang sangat besar di infrastruktur jalan.
“Artinya pemerintah Kabupaten Lebak, sudah memberikan atensi lebih, di dalam penanganan jalan rusak. Untuk APBD 2024, itu sekitar 53 kilometer di tahun 2024, selain kami juga ada potensi-potensi dan program penangan jalan dari pemerintah pusat,” ucapnya.
Sementar itu, Warga Lebak Ardi menyampaikan jalan rusak di Lebak, sudah terjadi bertahun-tahun dan kondisinya sangat memprihatikan. Sehingga harus ada perhatian pemerintah secepatnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan kabupaten yang menjadi akses penting bagi warga.
“Karena jalan itu sangat penting bagi aktivitas anak sekolah, orang yang mau bekerja dan ke pasar, kalo jalannya rusak keganggu. Apalagi orang yang mau berangkat bekerja kalo berangkat subuh, terlebih musim hujan yah sangat membahayakan,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











