LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Gelaran Seba Baduy tahun 2024 resmi dibuka Sekda Lebak Budi Santoso yang mewakili Penjabat Bupati Lebak Iwan Kurniawan.
Pembukaan Seba Baduy digelar di Alun-alun Selatan Rangkasbitung, Kamis 16 Mei 2024.
Ritual Seba Baduy sendiri akan digelar pada Jumat 17 Mei 2024 di pendopo Pemkab Lebak. Sekira 1.500 warga Baduy akan akan bersilaturahim dengan Bupati Lebak dan setelah itu melakukan Seba kepada Bapak Gede (Gubernur Banten) di Kota Serang.
Seba Baduy salah satu event di Provinsi Banten yang masuk dalam Kharisma Event Nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2024 pada 16-19 Mei 2024 dengan tema The Legacy Of Baduy.
“Seba Baduy tahun ini adalah Seba gede (besar) yang akan hadir sekira 1.500 warga Baduy,” kata Sekda Lebak Budi Santoso.
Meskipun Seba Baduy ini menjadi kegiatan rutin, Pemkab Lebak terus melakukan elaborasi agar kegiatan ini menjadi menarik baik dari segi pariwisata dan berdampak secara ekonomi kepada masyarakat. Karena even seba baduy diperkirakan akan menarik ribuan wisatawan yang datang ke Lebak untuk melihat langsung prosesi tradisi adat Baduy.
“Tentunya, Pemkab Lebak akan menghibur wisatawan lokal dan manca negara yang datang ke Lebak untuk melihat prosesi Seba Baduy mulai dari produk UMKM sampai pentas seni budaya sebelum dan sesudah seba baduy,” kata mantan Asda II Pemkab Lebak ini.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak Imam Rismahayadin mengatakan, Seba Baduy tahun 2024 ini akan berlangsung 16 sampai 19 Mei 2024.
“Tahun ini sebenarnya tahun ke 3 Seba Baduy setelah berturut-turut ini masuk Kharisma event nusantara. Tentu ini, sebagai salah satu anugerah bagi lebak, karema kurasinya sangat panjang terus seleksinya sangat ketat, kuratornya betul-betul orang independen dari Kementerian Pariswasata dan Ekonomi kreatif,” katanya.
Dia menargetkan Seba Baduy bisa masuk event 10 besar dari 110 event gang berlangsung di Indonesia. Sehingga, pada event Seba Baduy tahun 2025 dapat dikerjasamakan atah disinergikan dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif.
“Mudah-mudahan Baduy terpilih masuk 10 besar karena yang 10 besar spesial lagi. Tahun ini ada 110 event. Yg 10 itu event pilihan. Dengan masuk 10 besar even nasional, Seba Baduy bisa dikerjaksamakan atau disinergikan dengan Kementerian Pariwisata tahun 2025,” harapnya.
Imam mengatakan, kini Baduy bukan lagj milik Pemkab Lebak atau Provinsi tapi sudah menjadi aset nasional. Bahkan, Internasional. Karenanya, bila menggelar even yang berkaitan dengan Baduy akan mendapat atensi dari Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif.
Pada bagian lain Imam juga mengatakan, Seba Baduy bukan hanya seremoni ritualnya saja yang diikuti tapi juga masyarakat luar Baduy harus mencontoh cara warga Baduy melestarikan alam dan menjaga alam.
Seba tahun ini, kata Imam seba gede jumlahnya luar biasa sekira 1.500 yang akan datang ke lebak menemui bapak gede dalam rangka melaksanakan ritual Seba Baduy.
“Amanat yang disampaikan oleh Puun melalui jaro Tanggungan intinya tetap mereka menitipkan agar menjaga alam, karena sekarang kita tau sendiri eksploitasi sumber daya alam di mana-mana tidak hanya di lebak sebagai daerah juga dan ini yang diharapkan mereka. Kita patut contoh tradisi baduy dalam melestarikan alam, menjaga alam,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor : Aas Arbi











