KABUPATEN TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Jelang Pilkada Banten 2024 ini, politik uang atau money politic masih berpotensi terjadi pada perhelatan lima tahunan tersebut.
Direktur Eksekutif IndexPolitica, Hasrul Harahap, menilai bahwa money politic berpotensi terjadi pada Pilkada Banten. Dimana kata dia, berkaca pada hasil survei IndexPolitica di wilayah Kabupaten Tangerang yang dilakukan 2 hingga 8 Mei 2024, bahwa tingkat money politik masih disukai oleh masyarakat Kabupaten Tangerang sebesar 55,24 persen dari 1200 responden.
“Dan saya menilai hal ini akan sama terjadi pada Pilkada Provinsi Banten, di mana politik uang berpotensi terjadi lantaran masyarakat menilai sosok calon gubernur Banten tidak memberikan pengaruh apapun terhadap masyarakat Banten,” ungkapnya, Kamis 16 Mei 2024.
Kata Hasrul, kecenderungan masyarakat menilai tidak ada pengaruh apapun terhadap dirinya sebagai masyarakat. Maka, masyarakat cenderung pasrah dan tidak menolak jika diberikan uang dalam momentum Pilkada, termasuk pada Pilkada Banten tahun ini.
“Jadi, masyarakat saat ini sistem by pass aja. Karena mereka berpikir siapapun yang jadi Gubernur Banten, nasib mereka masih sama saja,” ucapnya.
Menurut Hasrul, susahnya cari uang dan cari pekerjaan salah satu menjadi faktor ketidak percayaan masyarakat kepada calon Gubernur Banten, siapapun dia calonnya.
“Dan itu menjadi penyebab berpotensi masyarakat cenderung pasrah jika diberi uang dalam Pilkada, selain kemiskinan,” beber Hasrul.
Untuk itu kata Hasrul, bagi calon Gubernur Banten diharapkan bisa menggerus stigma kalau siapapun yang jadi pemimpin di Banten tidak mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
Dimana, calon Gubernur Banten tahun ini diharapkan bisa membuat masyarakat Provinsi Banten percaya dengan visi misinya yang bisa langsung di aplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau masyarakat percaya dan dirasakan manfaatnya atas kepemimpinan seorang Gubernur. Maka saya yakin masyarakat akan berpegang teguh terhadap kepercayaan itu, dan menolak jika ada money politic,” pungkasnya. (*)
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











