SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang mencatat angka kekerasan perempuan dan anak di Kota Serang pada triwulan pertama mencapai 15 kasus.
Angka kekerasan itu terjadi sejak bulan Januari hingga 30 Maret 2024, dan terbilang masih cukup tinggi. Selain itu, data tersebut dianggap tidak memiliki perubahan apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Angka kekerasan di tahun 2024 inu tidak banyak perubahan jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan pada Jumat 17 Mei 2024.
Pada tahun 2023, angka kasus kekerasan di Kota Serang mencapai 64 kasus, sementara tahun 2022 mencapai 65 kasus.
Pihaknya mencatat, dari jumlah kasus kekerasan di tahun 2024, 30 persennya merupakan kasus kekerasan seksual terhadap anak.
Dijelaskan Anthon, kebanyakan korbannya adalah anak-anak usia remaja. Soalnya, anak remaja rentan menjadi korban kekerasan seksual akibat dari penyalahgunaan media sosial.
“Jadi dari kasus 30 persen kasus yang terjadi kekerasan seksual itu 80 persen diawali dari Facebook. Sisanya itu bukan dari Facebook, tapi faktor pelakunya itu orang-orang terdekat,” kata Anthon. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











