SERANG – Seorang santri bernama Ahmad Qozwaeni berumur kurang lebih 18 tahun yang menjadi korban kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Dalailul Khairat yang berada di Kampung Kamasan Kebagusan, Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang masih menjalani perawatan di RSU Kurnia.
Korban menjalani perawatan intensif lantaran mengalami luka bakar di telapak kaki, tangan hingga muka.
Kepala Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu Tb Chozin mengatakan, jika korban mengalami luka bakar yang cukup parah akibat kebakaran yang terjadi.
“Tadi saya langsung nengok ke rumah sakit, ke pesantren juga. Paling parah lukanya di telapak kaki dua duanya, lalu di tangan, dan muka juga mengalami luka. Untuk badan alhamdulillah tidak mengalami luka,” katanya, Senin 20 Mei 2024.
Ia mengatakan, saat berkunjung ke rumah sakit, korban saat itu masih menjalani perawatan di ruang UGD dan masih menunggu dokter kulit.
“Tadi saya kesana kurang lebih jam 3 masih di UGD, masih menunggu dokter ahli kulit, gimana kelanjutannya apakah di tindaklanjuti di RSU Kurnia, apa di rujuk ke rumah sakit lainnya,” tegasnya.
Berdasarkan cerita yang ia dapat dari pengurus dan para santri, korban saat itu tengah tertidur di kamarnya. Korban lalu terbangun ketika kondisi api sudah mengepung seluruh bagian kamar korban.
“Jadi pas bangun api sudah mengepung, nah karena dia ga bisa kemana-mana ya apa aja di injak biar bisa keluar. Posisinya kan sudah dikelilingi oleh api. Saat itu lagi tidur karena kan malamnya habis pengajian, tadi pagi,” tegasnya.
Sementara itu, staf desa Margasana Jahidi mengatakan jika penyebab kebakaran di pondok pesantren diduga diakibatkan lantaran korsleting listrik yang terjadi pada bangunan yang berada di bagian tengah sehingga cepat merembet ke bangunan lainnya.
“Jadi kejadian di ruang ke dua ya karena berbaris tuh, akhirnya remember hingga membakar 12 ruangan yang dilahap api,” jelasnya.
Ia mengatakan, saat kejadian berlangsung saat itu di dekat lokasi ada RT dan beberapa warga yang akan mengerjakan pembangunan jalan. Saat itu, ketua RT langsung mengumumkan kejadian kebakaran melalui pengeras suara.
“Pak RT langsung mengumumkan ke pengeras suara yang ada di Mesjid mengumumkan lewat pengeras suara. Alhamdulilah warga langsung kumpul dan membantu pemadaman,” pungkasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











