LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Untuk memastikan kesehatan dan keamanan hewan kurban menjelang Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan intensif terhadap hewan-hewan yang dijual di sejumlah lapak di wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya, Selasa 28 Mei 2024.
Kepala Disnakeswan Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai tanggal 20 Mei 2024 hingga pelaksanaan kurban.
Pemeriksaan ini tidak hanya memerhatikan kondisi fisik hewan, tetapi juga memastikan bahwa hewan tersebut bebas dari penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease/LSD).
“Tujuan dari pengawasan kesehatan hewan kurban adalah untuk memastikan bahwa hewan yang dijadikan kurban memenuhi syarat-syarat kesehatan sesuai dengan aturan syariat Islam. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia,” ujar Rahmat Yuniar kepada wartawan, Selasa 28 Mei 2024.
Selain memeriksa kondisi fisik hewan, Disnakeswan Lebak juga memberikan tanda stiker pada lapak atau tempat penjualan hewan kurban yang telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan sehat.
Rahmat Yuniar menjelaskan, tujuan pengawasan kesehatan hewan kurban adalah untuk menciptakan kepuasan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dengan memastikan kondisi hewan kurban yang beredar dalam kondisi sehat.
“Pemeriksaan ini mencegah terjadinya Zoonosis (penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia), dan Antraks. Sejauh ini hasil pemeriksaan alhamdulillah sehat mudah-mudahan tidak ada penyakit tersebut,” tutur Rahmat.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan tanda tersebut sebagai jaminan akan kualitas dan kesehatan hewan kurban yang mereka beli.
“Pemberian tanda pemeriksaan hewan kurban diberi tanda stiker pada lapak/tempat penjualan hewan kurban. Tanda tersebut untuk memastikan kondisi hewan sehat,” tandasnya.
Sementara itu, Yana penjual hewan kurban berharap dengan adanya pemeriksaan tersebut hewan kurban terhindar dan bebas dari penyakit.
“Semoga aman dan terbebas dari penyakit, agar tidak ada hal-hal yang diinginkan saat hewan kurban ini akan dijual ke pasaran,” terangnya.
Diharapkan dengan langkah ini, masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman dan tenteram, tanpa khawatir akan risiko kesehatan yang mungkin ditimbulkan oleh hewan kurban yang mereka konsumsi. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











