SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Nelayan di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang mengeluhkan sulitnya memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar untuk bekal mereka mencari ikan. Bahkan, ketika tersedia, harga solar cukup tinggi yakni mencapai Rp11 ribu rupiah per liternya.
Salah seorang nelayan di Desa Lontar Andi mengatakan, kesulitan memperoleh solar sudah terjadi sekitar 10 hari terakhir. Mereka pun harus berkeliling mencari pengecer yang masih memiliki solar.
“Solar lagi susah pak, cari bahan bakar ini susah. Kita maunya lancar tidak ada kendala solar ini. Biasanya kita ya beli di warung-warung,” katanya, Rabu 5 Juni 2024.
Menurutnya, dengan sulit nya mengakses BBM bersubsidi kiat mempersulit mereka untuk mencari ikan. Apalagi harga nya yang naik kian mempersulit mereka untuk mencari nafkah.
“Harganya naik, sebelumnya Rp10 ribu, sekarang jadi Rp11 ribu. Makin mahal jadi biaya untuk melautnya,” tegasnya.
Kondisi tersebut juga kian diperparah dengan kondisi harga ikan saat ini yang tengah merosot sehingga membuat para nelayan di Desa Lontar Semakin Kesulitan.
“Untuk Ikan Kembung harga dari pelelangannya Rp11-12 ribu. Yang lebih parah lagi rajungan, sekarang harganya cuman Rp20 ribu saja per kilogramnya. Engga tau apa itu penyebabnya,” tegasnya.
Padahal, dalam satu kali melaut, membutuhkan biaya kurang lebih sebesar Rp222 ribu rupiah, baik untuk solar maupun kebutuhan selam berada di tengah laut. Sementara, untuk pendapatan sering kali tidak menentu.
“Kalau lagi bagus tangkapannya ya bisa nyampe Rp700 ribu, kalau lagi jelek ya paling cuma dapat Rp100 ribu, jadi tidak menentu,” tegasnya.
Lebih lanjut mereka berharap agar nantinya di Desa Lontar dapat dibuatkan Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) seperti halnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Karangantu, Kecamatan Kasemen.
“Semoga aja bisa ada SPDN kaya di Karangantu, jadi nelayan ga sulit lagi kalau mau beli BBM buat melaut,” pungkasnya.
Sementara itu salah seorang petugas pelelangan ikan di TPI Lontar, Uce mengatakan, di desa lontar sendiri kurang lebih ada sebanyak 500 orang yang berprofesi sebagai nelayan.
“Masih ada 500 nelayan. Ya harga ikan lagi turun, engga tau kenapa sekarang ikan kembung Rp12-13 per kilogramnya, biasanya 18 ribu. Dari 10 hari lalu,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan jika saat ini kondisi solar sedang sangat sulit sekali untuk didapatkan. “Sekarang untuk solar lagi sulit lah. Biasanya untuk yang deket-deket butuh lima liter, tapi kalau sampe ke tanjung kait lebih dari 10 liter. Biasanya lagi musim udang pada kesana,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: AGung S Pambudi











