TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Rekayasa lalulintas disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang. Hal tersebut dilakukan guna memecah kepadatan arus lalulintas akibat ditutupnya jembatan pintu air 10 yang saat ini sedang diperbaiki.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang A Suhaely mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan forum lalulintas di Kota Tangerang terkait rekayasa lalulintas di Kota Tangerang akibat penutupan jembatan pintu air 10.
“Hal tersebut kami lakukan untuk mengantisipasi dan mengarahkan kepada pengguna jalan yang sekiranya menggunakan jalan berkendara melalui jembatan pintu air 10 untuk mengalihkan perjalanannya ke jalan KS Tubun,” ujarnya
Suhaly mengatakan, dalam kesempatan tersebut pihaknya mengimbau kepada seluruh pengendara yang melintas dari arah Cimone dan Tangerang untuk meghindari sementara Jalan Otista dan jalan KS Tubun. Hal tersebut dilakukan guna mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Suhaly mengatakan, sebanyak 100 orang personel gabungan bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota dikerahkan tiap harinya untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur yang merupakan salah satu akses jalan menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta (Bandara Soetta).
“Rencananya pengalihan arus akan berlangsung hingga akhir Juli 2024,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mursiman menyebut jika pengerjaan perbaikan jembatan akan berlangsung selama empat bulan. Namun, pihaknya telah meminta agar pengerjaan selesai selama 1 hingga 1,5 bulan.
“Kita ada kerjasama dengan suplier, kontraktor dan pekerja di lapangan untuk mengepush mana yang harus dipercepat pengerjaannya. Jadi paling lama 1,5 bulan dan paling cepat 1 bulan pengerjaannya,” tambahnya.
Mursiman mengatakan, dari bentang jembatan yang ada yakni sepanjang 100 meter yang akan diperbaiki adalah sisi sebelah timur yakni arah menuju simpang 7 tepatnya menuju ke kantor PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang.
“Untuk bagian jembatan yang akan diperbaiki berada di sisi timur menuju kantor PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang. Panjangnya 20 meter lebar dan 9 meter,” tambahnya.
Menurutnya, jembatan yang terakhir mengalami perbaikan sejak 2013 lalu ini disebabkan karena adanya bagian jembatan yang perlu dilakukan secara menyeluruh. (*)
Reporter: Angger Gita Rezha
Editor: Agung S Pambudi











