SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang menyebut, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, para siswa boleh memilih dua sekolah negeri untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kepala Dindikbud Kota Serang Tb Suherman mengatakan, PPDB tahun 2024 berbeda dengan tahun 2023. Soalnya, para siswa bisa memilih dua sekolah favoritnya pada penerimaan siswa baru SMP di tahun 2024.
Menurut Suherman, di tahun 2024 ada sekitar 12.364 siswa lulusan Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta. Sementara, kuota penerimaan untuk SMP Negeri hanya sekitar 6.100.
“Jumlah muridnya yang akan daftar PPD tahun ini 12 ribuan, sementara persiapan untuk menerimanya masih sekitar angka 6.100. Tapi 6.000 itu ada yang kependidikan formal ada yang pendidikan non formal, ada juga yang kursus, ada yang ke Pesantren, ada yang kemana-mana dan akhirnya tahun kemarin juga diterima semua sih pada akhirnya,” ujar Suherman, Jumat 14 Juni 2024.
Suherman mengatakan, bagi siswa yang tidak lolos ke SMP Negeri, dapat mengalihkan pendidikannya ke sekolah swasta untuk bisa melanjutkan pendidikan.
“Saya mengimbau pendidikan ini tidak hanya di negeri, tapi di swasta juga yang gedung-gedungnya sudah bagus, sarananya sudah bagus itu perlu, guru-gurunya juga banyak di swasta jug. Sehingga, jangan sampai SMP Negeri saja yang jadi favorit oleh swasta juga yang SD dan SMP-nya sangat favorit,” katanya.
Pada PPDB tahun 2024, kata Suherman, terdapat perbedaan dibandingkan tahun sebelulmnya. Di tahun ini, para siswa dapat memilih dua sekolah favoritnya untuk mendaftar.
“Ada perbedaannya, kalau tahun kemarin PPDB ini jumlah provinsi hanya mengatur PPDB pendidikan formal, kalau sekarang dengan non formal juga diatur. Kemudian, pilihannya kalau kemarin ke SMP hanya pilihan satu, enggak ada pilihan dua. Sekarang, ada pilihan duanya, jadi pilihan satu pilihan dua bisa milih,” tuturnya.
Menurut Suherman, kebijakan itu diadakan atas permintaan dari para orangtua siswa berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, agar dapat memilih dua sekolah favorit.
“Karena kemarin banyak permintaan dari orangtua siswa yang ada pilihan dua, sekarang kita kabulkan. Jadi, kalau enggak terpilih di SMPN 1 bisa SMPN 2,” ucapnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











