SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan sangat berpengaruh terhadap dinamika politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Seperti di Banten, kemenangan Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih 2024-2029 disebut akan menguntungkan Partai Gerindra.
Pengamat politik dan kebijakan pubilik, Ahmad Sururi mengatakan, kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024 telah membuat para kader Gerindra bereuforia. Bahkan, menjadi lebih percaya diri dalam mengusung kader Gerindra untuk maju di Pilkada yang akan digelar secara serentak pada November nanti.
“Saat ini Gerindra menjadi partai yang sangat percaya diri mengusung kader-kadernya di Pilkada 2024, termasuk Pilgub Banten, pasca kemenangan Pilpres 2024 dan signifikannya perolehan suara legislatif Banten 2024,” kata Sururi, Selasa, 18 Mei 2024.
Sururi memandang, secara teoritis kemenangan Prabowo membawa efek menguntungkan bagi Gerindra di Pilkada Banten. Namun, perlu diakui juga kemenangan pria yang aktif menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI itu tidak bersifat tunggal.
Prabowo pun disebut akan turun tangan dalam memastikan kemenangan kadernya di Pilkada Serentak 2024. Hal itu dilakukan guna memastikan berjalannya program Pemerintah Pusat di daerah.
“Pastinya, Prabowo tidak akan membiarkan kadernya fight di daerah tanpa intervensi beliau. Karena Prabowo tetap membutuhkan kepala daerah yang berasal dari kader partainya atau koalisi parpol,” jelasnya.
Kata Sururi, variabel bahwa Prabowo jauh lebih dikenal pasca Pilpres 2014, Pilpres, 2019, dan baru pada Pilpres 2024 memperoleh kemenangan menjadi faktor penting untuk menjelaskan kemenangan Prabowo di 2024.
“Artinya jika Gerindra ingin memastikan kemenangan dengan mengusung pak Andra Soni, maka variabel kemenangan Prabowo tersebut hanya satu faktor,” pandangnya.
Menurut Sururi, Gerindra perlu memastikan kader Gerindra yang akan dimajukan, dalam hal ini Andra Soni sebagai bakal calon Gubernur Banten, memiliki elektabilitas dan popularitas tinggi dalam kacamata publik Banten. Bukan hanya kacamata internal Gerindra saja.
“Selain itu variabel calon kompetitor Pilgub juga harus dianalisis, jika strateginya hanya cukup Cawagub, saya fikir itu cukup realistis,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











