SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi IV DPRD Banten Ali Nurdin mengaku khawatir akan rendahnya serapan anggaran pada APBD tahun 2024 ini khususnya pada anggaran pembebasan lahan. Rendahnya serapan itu dikhawatirkan akan berdampak pada kegagalan program kerja yang direncanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Seperti diketahui, Pemprov Banten pada tahun ini menganggarkan Rp85,76 milliar untuk pembebasan lahan. Anggaran itu terdapat di Dinas Kesehatan dan Dinas PUPR Banten, pembebasan lahan di Dinkes yakni sebesar Rp34,64 miliar, terdiri dari lahan untuk bangunan tempat kerja Rp1,62 miliar dan lahan untuk parkir Rp33,02 miliar.
Sementara, anggaran pembebasan lahan di Dinas PUPR sebesar Rp51,11 miliar. Namun sayangnya, hingga pertengahan tahun ini serapan anggaran itu masih rendah, cuma 5,85 persen.
“Serapan anggaran pada program kerja selain pendapatan asli daerah (PAD), merupakan indikator utama sebuah pemerintahan itu dianggap berhasil. Paling utama berapa persen serapan PAD dan realisasi program kerja sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045,” kata Ali kepada Radar Banten, Senin 24 Juni 2024.
Ia mengatakan, suatu pemerintahan dianggap berhasil jika pemerintah itu menyelesaikan berbagai program kerjanya yang sesuai dengan target RPJMD yang telah ditetapkan.
Jika pembebasan lahan sendiri masih rendah, Ali khawatir hal tersebut akan berdampak pada gagal nya program kerja yang sebagaimana telah tercantum dalam RPJMD Pemprov Banten tahun 2025-2045.
“Ini sangat penting, jadi semua nya akan berdampak pada pemerintahan itu berhasil atau tidak, walaupun kini Banten dipimpin oleh Penjabat Gubernur. Tapi pasti condongnya kepada kepala daerah yang berati tidak bisa memimpin pemerintahan karena tidak sesuai RPJMD,” kata Ali.
Dikatakannya, Pemprov Banten saat ini masih memiliki budaya buruk dalam serapan anggaran, yang mana serapan anggaran hanya di push pada akhir tahun saja. Sementara, awal tahun seperti hingga saat ini sangatlah rendah.
Menurutnya, budaya itu harus segera dihilangkan, dengan mengoptimalkan serapan anggaran sendari awal tahun. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan berbagai program kerja yang telah direncanakan.
“Kita tidak ingin adanya pemikiran bahwa ada pengendapan anggaran, yang lalu dihambur-hamburkan pada akhir tahun. Anggaran harus segera diserap khususnya program-program pembangunan dan sosial yang bersentuhan langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Politisi partai NasDem ini mendorong kepada Pemprov Banten untuk berbenah dalam melakukan penyerapan anggaran. Dan pada kasus penyerapan anggaran pembebasan lahan ini, Ali meminta agar disegerakan.
“Kita minta bulan Juli ini beres lah, agar pembangunannya juga dapat segera dilakukan. Karena bagaimana pun jalan dan pelayanan rumah sakit ini adalah wajah Banten, dan fungsinya sangat vital bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











