PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung pembentukan keuangan inklusif di desa wisata di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Keuangan inklusif merupakan kondisi ketika setiap anggota masyarakat memiliki akses terhadap berbagai layanan keuangan formal yang berkualitas secara tepat waktu, lancar, dan aman, dengan biaya terjangkau.
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen pada OJK, F.A Purnama Jaya mengatakan, kegiatan OJK di pagi hari ini sebenarnya melakukan literasi keuangan.
“Dan juga mendukung pembentukan keuangan inklusif di Provinsi Banten. Salah satunya di Desa Bandung ini,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 25 Juni 2024.
Selain Desa Bandung, saru lagi desa yang berada di Kabupaten Serang. Adapun Desa Bandung dipilih karena ada potensi wisata dan lainnya.
“Sebagaimana kita ketahui desa ini memiliki keunggulan baik dalam Sumber Daya Alam (SDA). Kemudian juga ada budaya dan ada Sumber Daya Manusia(SDM)-nya,” katanya.
Sebagaimana telah diketahui, kalau di sini ada Mina Agrowisata Bukit Sinyonya. Merupakan potensi desa yang dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Sasaran ingin dicapai dari keuangan inklusif ini, supaya lebih banyak masyarakat yang menggunakan produk dan layanan jasa keuangan dan juga memanfaatkan teknologi digital. Untuk memasarkan produk-produk yang ada di desa ini,” katanya.
Purnama mengungkapkan, dalam kegiatan hari ini, OJK bekerjasama dengan BJB serta mendatangkan narasumber yang merupakan praktisi di bidang marketing digital dan juga media sosial.
“Karena kita melihat bahwa ini adalah desa wisata. Sehingga perlu diperkenalkan atau dipasarkan, dalam tanda kutip supaya banyak masyarakat dari provinsi lain mengenal hal-hal baik yang ada di desa ini,” katanya.
Lebih lanjut Purnama menerangkan, kegiatan penguatanliterasi keuangan dan digital marketing dalam rangka meningkatkan pemahaman layanan transaksi keuangan.
“Karena Mina Agrowisata Bukit Sinyonya ini potensi besar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. OJK sangat mendukung menumbuhkembangkan desa wisata menjadi desa keuangan inklusif untuk perluasan produk dan lain-lain,” katanya.
Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Rosy Sukmawati mengatakan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang sangat mendukung kegiatan OJK.
“Karena kebetulan dari 17 desa wisata yang ada di Kabupaten Pandeglang ini, salah satunya Desa Bandung dipilih oleh OJK untuk mendapatkan tambahan ilmu. Kemudian juga pendampingan,” katanya.
Jadi, Rosy mengatakan, pendampingan diberikan OJK karena memang banyak potensi dimiliki oleh Desa Bandung yang perlu dipromosikan dan dipasarkan.
“Dan agar masyarakatnya paham tentang bagaimana pembayaran apapun tidak harus tunai melainkan lewat digital. kemudian desa wisata keuangan inklusif ini juga yang baru,” katanya.
Rosy berpendapat, kegiatan di Desa Bandung nanti bisa disampaikan kepada temen-temen yang 16 desa wisata lain.
“Harapannya dengan adanya kegiatan ini desa bandung bisa lebih maju, lebih berkembang. Dan masyarakatnya paham atas ilmu-ilmu disampaikan oleh OJK,” katanya.
Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, Desa Bandung dipercaya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi desa keuangna inklusif.
“Di Banten ada dua desa dan salah satunya Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Kalau, untuk kegiatan desa wisata keuangan inklusif ini OJK meminta peserta itu sebanyan 50 orang. Terdiri dari para pelaku usaha, yang menjadi suplay sektor desa wisata.
“Ada para pelaku UMKM, ada pengrajin anyaman pandan, ada instruktur fungame. Pengurus desa wisata, ada Pokdarwis, direktur BUMDes, dan BPD,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











