SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang memberikan bantuan untuk menunjang para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Serang, mulai dari pemberian bibit ikan, rehabilitasi saluran, hingga bibit untuk pakan alternatif.
Salah satu bantuan yang digagas untuk bantuan pakan alternatif ialah pemberian bantuan bibit magot kepada pelaku usaha perikanan air tawar di Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang.
Pemberian bantuan tersebut diklaim mampu menghemat penggunaan pakan pabrikan hingga 80 persen sampai dengan masa panen.
Sekretaris Diskan Kabupaten Serang Rochyan Aglan mengatakan, pada tahun ini pihaknya menyalurkan bantuan kepada 27 kelompok usaha perikanan di Kabupaten Serang.
“Di 2024 ini kita berencana menyalurkan bantuan untuk sarana prasarana bagi pelaku usaha perikanan baik air tawar, payau maupun air laut sebanyak 27 kelompok, didalamnya ada lele, nila, bandeng, udang dan ada garam bahkan magot,” katanya, Rabu 23 Juli 2024.
Ia mengatakan, pemberian bantuan bibit magot sendiri, diklaim mampu memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha perikanan air tawar karena dapat menjadi pakan alternatif bagi ikan yang mereka pelihara.
“Magot ini bisa jadi sumber makanan bagi ikan pada tahap awal budidaya, untuk mengurangi pengaruh pakan pabrikan sehingga efisiensi biaya ditekan karena ada magot. Magot juga memiliki protein yang tinggi, sehingga tanpa pelet pun cukup memadai untuk pertumbuhan ikan diawal-awal,” tegasnya.
Bahkan, ia mengklaim jika penggunaan magot dapat menghemat penggunaan pakan pabrikan hingga 80 persen dari masa tebar hingga masa panen.
“Untuk pakan pabrikan kan 20 ribu per kilogram, sedangkan magot itu dibudidayakan, bahkan untuk awal penebaran bisa menghemat kurang lebih 80 persen biaya pakan,” tegasnya.
Ia mengaku, baru menggagas bantuan paket magot di tahun ini dimana hanya ada satu paket yang diberikan yakni di Kecamatan Baros.
“Untuk bantuan magot baru kali ini, bantuan satu paket, kegiatan untuk satu kelompok yang ada di Baros. Ini tahap awal untuk mengembangkan budidaya magot, pertama di Baros karena memang magot banyak dikonsumsi oleh ikan-ikan air tawar, baik lele, maupun nila. Makanya kita mulai dari Baros,” tegasnya.
Lebih lanjut, apabila upaya tersebut berhasil, pihaknya di tahu depan akan kembali menyalurkan bantuan paket magot ke para pelaku usaha perikanan air tawar di Kabupaten Serang.
Menurutnya, pengembang biakan magot di Kabupaten Serang sangat potensial karena ada banyak pelaku usaha ikan air tawar.
“Tahun depan rencananya kita dorong ke potensi-potensi budidaya air tawar, seperti Ciruas, Kibin, Baros, Padarincang, Ciomas, Pabuaran, wilayah potensial yang akan kita usulkan untuk budidaya magot. Tahun ini dari Baros dulu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











