PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah pelaku usaha ekonomi kreatif dan UMKM ikut hadir di acara pelantikan kepengurusan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) DPC Pandeglang yang berlangsung di Pendopo Bupati Pandeglang.
Ada enam para pelaku usaha ekonomi kreatif yang memamerkan beragam hasil karyanya.
Salah satunya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Bandung juga ikut tampil memajangkan hasil produknya berbahan dasar anyaman pandan dari alam seperti peci, tas, gantungan kunci dan lain lain sebagainya.
Kepala Desa Bandung, Wahyu, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya dapat tampil di acara pelantikan kepengurusan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) DPC Pandeglang. Desanya memiliki beragam UMKM dan ekonomi kreatif yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Hari ini, Pak Direktur BUMDes bersama saya hadir di acara pelantikan pengurus Gekrafs DPC Kabupaten Pandeglang dengan membawa sampel produk, seperti kerajinan anyaman dari daun pandan duri dan produk lainnya,” ungkap Wahyu, Kamis, 4 Juli 2024.
Wahyu menjelaskan bahwa produk anyaman pandan yang dipamerkan terdata sebanyak 22 jenis, masing-masing dengan nama yang berbeda. Salah satu produk baru yang diciptakan sekitar satu tahun lalu, yaitu Kopi Puhu, juga ikut dipamerkan.
“Produk unggulan kami adalah kopeah, peci, dan kaneron. Ada juga Kopi Puhu yang sudah berjalan hampir satu tahun. Syukur Alhamdulillah, kopi asli dari wilayah Banjar ini memiliki aroma khas jenis endemik Robusta Buneli,” jelasnya.
Wahyu menambahkan semua produk ini sudah dikelola dengan baik, bisa langsung dipasarkan, dan diterima oleh masyarakat luas.
“Dan semuanya ini sudah dikelola dengan baik dan bisa langsung dipasarkan serta diterima oleh masyarakat luas,” sambungnya.
Selain BUMDes Desa Bandung, sejumlah pelaku ekonomi kreatif lainnya turut meramaikan acara pelantikan kepengurusan Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) DPC Pandeglang. Mereka memamerkan hasil karya lukisan dan ornamen karya tangan di acara tersebut.
Kepala Desa Bandung, Wahyu berharap Gekrafs bisa menjadi kebanggaan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif di Kabupaten Pandeglang. Ia juga berharap Gekrafs dapat membantu pelaku UMKM menembus pasar waralaba.
“Harapannya, Gekrafs ini bisa menjadi jembatan bagi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk masuk ke waralaba. Waralaba di Kabupaten Pandeglang cukup banyak, dan produk-produk kami sudah memiliki izin yang diperbarui serta dikemas dengan baik. Semoga ke depan bisa masuk ke waralaba Kabupaten Pandeglang,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pandeglang, Rahmat Zultika, menyampaikan bahwa Kabupaten Pandeglang memiliki banyak produsen ekonomi kreatif yang baru muncul atau berjalan secara intens. Kehadiran Gekrafs diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.
“Dengan adanya wadah ini, pelaku ekonomi kreatif di Pandeglang bisa diadvokasi. Semoga teman-teman dapat mentransformasikan pengalaman ini kepada pelaku usaha ekonomi kreatif lainnya,” tutur Rahmat.
Ia menambahkan bahwa industri ekonomi kreatif di Pandeglang baru mencapai sekitar 6 persen, meski target awal hanya 5,5 persen.
“Adanya Gekrafs tentu menjadi katalis bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif supaya lebih maju dan melesat,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











