SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan ribu keluarga di Kota Serang disebut berisiko stunting. Salah satu faktor utamanya, akibat masih tingginya angka pernikahan dini di Kota Serang.
Berdasarkan catatan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, pada tahun 2023, terdapat 23.711 keluarga di Kota Serang berisiko stunting.
Kepala DP3AKB Kota Serang Anthon Gunawan mengatakan, pada tahun 2023 jumlah angka pernikahan dini di Kota Serang tercatat sebanyak 24 permohonan.
“Yang di-ACC oleh pengadilan agama 2023 itu ada 15 pasang, yang ditolak satu, yang dicabut tiga, mungkin tidak jadi melanjutkan, yang gugur dengan sendirinya mungkin tidak memenuhi syarat, yang dicoret tiga. Total 24 pengajuan,” ujar Kepala DP3AKB Kota Serang, Anthon Gunawan, Jumat 5 Juli 2024.
Anthon mengatakan, sebanyak 15 pasangan yang disetujui untuk menikah oleh Pengadilan Agama Negeri Serang, karena terdapat alasan tertentu.
“15 disetujui pertimbangan majelis ini baru analisa kita ya, mungkin salah satunya adalah karena hubungan terlalu dalam. Terus yang lainnya mungkin usianya mepet ke usia 19 misalkan dia 18 koma sekian bulan, atau beberapa Minggu lagi menjelang 19 sehingga pertimbangan majelis disetujui,” katanya.
Anthon mengaku, selain alasan tersebut, terdapat juga alasan lain seperti hubungan yang terlalu dalam alias hamil di luar nikah.
“Kalau kami menyebutnya hubungan terlalu dalam sehingga mungkin pertimbangannya daripada, sehingga disetujui lah permohonan dari pasangan tersebut,” ucapnya.
Anthon mengaku, jika dibandingkan tahun 2021 dan 2022 angka pernikahan dini di Kota Serang terbilang cukup tinggi.
“Tahun sebelumnya dua kali lipat, 2022 itu ada di 50-an, tahun 2021 nya juga 50-an. Nah di 2023 menurun kita dari 50-an ke angka 24,” jelasnya.
Anthon menuturkan, banyaknya remaja yang menikah dini tersebut akibat dari sejumlah faktor lingkungan dan pergaulan bebas.
“Tiga pokok masalah remaja itu adalah pertama seks bebas. Kedua nikah dini, dan yang ketiga Napza. Itu tiga pokok masalah remaja,” katanya.
Selain itu, kata Anthon dampak dari pernikahan dini itu menjadi penyebab terjadinya permasalahan stunting di Kota Serang.
“Salah satu penyebab risiko stunting itu adalah pernikahan dini di usia anak yang belum cukup organ reproduksinya,” ucapnya.
Anthon mengaku, pada tahun 2023 jumlah keluarga berisiko stunting di Kota Serang cukup mengkhawatirkan. Soalnya, tercatat jumlah keluarga berisiko stunting di Kota Serang mencapai 23.711 keluarga.
“Keluarga berisiko stunting di Kota Serang saat ini cukup mengkhawatirkan, ada di angka 23.711 tahun 2023,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











