PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polsek Panimbang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan yang membuat rumah milik Jaman di Kampung Paniis, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, hancur.
Penyebab ledakan belum dapat diketahui karena masih dalam proses penyelidikan tim Inafis Polres Pandeglang.
Berdasarkan informasi diterima RADARBANTEN.CO.ID, ledakan masih dalam proses penyelidikan karena dampak ledakan mengakibatkan rumah hancur. Hanya menyisakan tembok bagian depan dan warung saja.
Sementara, bagian dapur, ruang tengah, dan kamar tidur serta atap hancur semua.
Dugaan ledakan bukan berasal dari tabung gas, tetapi dicurigai dari bahan peledak berdaya ledak tinggi.
Kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab ledakan yang menghancurkan bangunan rumah dan melukai satu orang yang merupakan anak kandung dari pemilik rumah.
Kapolsek Panimbang, Iptu Asep Jamaludin mengatakan, penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan.
“Penyebab pasti belum diketahui. Masih dalam proses penyelidikan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID di Mapolsek Panimbang, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Sabtu, 13 Juli 2024.
Asep menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menunggu kedatangan pemilik rumah.
“Untuk dapat dimintai keterangan. Namun saat ini belum datang,” katanya.
Asep mengaku, kalau saat ini pihaknya baru memintai keterangan dari Ketua RT setempat dan tetangganya. Sementara pemilik rumah belum dapat dimintai keterangan.
“Terkait kasus ini sudah kita laporkan kepada atasan dan saat ini kita juga masih menunggu hasil dari tim Inafis yang semalam sudah turun ke TKP,” katanya.
Asep mengatakan, untuk mengungkap penyebab ledakan, tim Jibom dari Satbrimob Polda Banten akan diterjunkan.
“Dan kita masih menunggu kabar. Yang jelas untuk saat ini kita masih menunggu dan kasusnya dalam proses penyelidikan,” katanya.
Menurut keterangan salah satu warga setempat, Titin, suara ledakan terjadi jam setengah enam.
“Suaranya beledak aja gitu. Tapi diam aja di rumah, dikirain biasanya sih ban mobil,” katanya.
Biasanya suara ledak kalau mendengar itu dari ban mobil yang meletus. Namun pas ke luar rumah orang pads berlari mengecek sumber suara ledakan.
“Pas saya ikut melihat kaget melihat kondisi rumah warga sudah hancur berantakan,” katanya.
Rumah yang hancur itu milik pasangan Iah dan Jaman. Keseharian suaminya kerja di bagang.
“Warga pada kaget kesini semua. Suaranya keras banget,” katanya.
Titin mengatakan, kalau suara ledakan keras yang ia dengar satu kali ledakan. Terus setelah itu terjadi dari pihak Kepolisian datang.
“Ada korban (luka) juga anaknya perempuan bernama Regina kelas 1 SMP. Anaknya dirawat di puskesmas ,saya belum melihat karena kaki masih gemeter menyaksikan rumah hancur berantakan,” katanya.
Pada saat kejadian orangtuanya sedang tidak ada di rumah. Sedang berada di bagang.
“Sementara ibunya di luar lagi nyapu dan anaknya ada di dalam. Begitu,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











