PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang telah menyalurkan bantuan berupa beras dan telur kepada 1.300 Keluarga Rawan Stunting (KRS) di Kabupaten Pandeglang.
Bantuan KRS berupa beras dan telur sebanyak satu kilo merupakan bantuan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pandeglang. Adapun sumber anggaran dari dari APBD Kabupaten Pandeglang tahun 2024.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nasir mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan beras dan telur untuk Keluarga rawan stunting di Kabupaten Pandeglang.
“Kepada KRS di Kecamatan Mandalawangi, Kecamatan Mekarjaya, Kecamatan Saketi, Kecamatan Bojong dan Kecamatan Cigeulis,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 15 Juli 2024.
Total bantuan sebanyak 1.300 Keluarga Rawan Stunting. Dengan rincian di Kecamatan Mandalawangi sebanyak 432 KRS, Kecamatan Mekarjaya 220 KRS, Kecamatan Saketi 216 KRS.
“Kecamatan Bojong 216 KRS dan Kecamatan Cigeulis sebanyak 216 KRS. Bantuan ini sudah disalurkan kepada 1.300 KRS.
“Bantuan berupa beras yang diberikan jenis beras biofortifikasi. Beras kayak akan zins, yang memang cocok dikonsumsi masyarakat penderita stunting,” katanya.
Beras biofortifikasi ini sudah dikembangkan di Kabupaten Pandeglang beberapa tahun lalu. Bantuan dari Kementerian Pertanian.
“Kita kembangkan dan hasilnya bisa bermanfaat untuk menurunkan angka stunting di daerah kita. Makanya kita minta kepada pemerintah daerah agar dapat membeli hasil panen itu kemudian disebarkan lagi kepada masyarakat,” katanya.
Melalui bantuan KRS, mudah-mudahan angka stunting bisa turun sesuai dengan harapan. Selain beras, KRS menerima bantuan telur sebanyak satu kilo.
“Ini untuk menambah nutrisi dan gizi bagi masyarakat yang rawan stunting. Jadi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan ikut berperan, membantu Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, agar tim stunting kita bisa lebih fokus menurunkan angka stunting sesuai yang kita harapkan,” katanya.
Nasir mengungkapkan, kalau bantuan ini sekali karena fiskal terbatas. Bantuan KRS.ini bentuk kepedulian Dinas Pertanian.
“Saya kira untuk mengintervensi stunting di Kabupaten Pandeglang. Harapan kita kedepan, kalau fiskal kita membaik mudah-mudahan bisa lebih banyak,” katanya.
Nantinya, bisa bekerjasama dengan Bulog. Dimana bulog menyiapkan beras yang gabahnya dapat beli dari masyarakat dan penyalurannya melalui PT Pos.
“Program KRS ini inisiatif pemerintah daerah. Masuk dalam salah satu program pemerintah daerah dalam menuntaskan angka stunting,” katanya
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berupaya menurunkan diangka yang ideal.
“Adapun mereka yang dapat bantuan ini yang masuk DTKS dengan kemiskinan ekstrim,” katanya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, bantuan untuk KRS sudah disalurkan oleh Dinas Pertanian.
“Untuk jumlahnya berapa sudah disalurkan sementara belum mendapat laporan. Informasi diterima Dinas Pertanian telah menyalurkan bantuan beras dan telur untuk KRS,” katanya. (*)
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











