SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang menyebut baru ada sekitar 50 hektare lahan pertanian di Kabupaten Serang yang ditanami cabe.
Hal tersebut membuat Kabupaten Serang sangat bergantung dengan pasokan cabe dari daerah lain seperti Brebes dan Indramayu untuk memenuhi kebutuhannya.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suharjo mengatakan, minat para petani di Kabupaten Serang untuk menanam cabe masih minim. Banyak petani yang lebih memilih untuk menanam tanaman pangan.
“Harga melonjak karena minat masyarakat untuk menanam cabe masih kurang, karena para petani masih fokus ke tanaman pangan seperti padi, jagung. Untuk cabe belum banyak, ini tugas kita untuk memotivasi mereka untuk menanam,” katanya Kamis 25 Juli 2024.
Ini membuat Kabupaten Serang masih sangat mengandalkan pasokan dari luar daerah, terutama dari Jawa untuk pemenuhan kebutuhan. Kondisi itulah yang membuat harga cabe di Kabupaten Serang cenderung tidak stabil. Ditambah lagi, pertanian cabe di Kabupaten Serang yang belum memasuki masa panen.
“Taun ini belum pada panen, baru umur 2 bulanan, sekitar awal atau akhir Agustus panennya. Kebutuhannya jauh lebih banyak dari hasil panen,” tegasnya.
Suharjo mengatakan, di Kabupaten Serang baru ada beberapa kecamatan menjadi produsen cabe. “Lahan yang ditanami cabe, yang utama di Pabuaran, kemudian di Padarincang, di Kramatwatu, Waringinkurung, kemudian Cikeusal, Pamarayan, Petir,” katanya.
Analis Ketahanan Pangan Muda (DKPP) Kabupaten Serang, Syarifudin mengatakan, baru ada sekitar 50 hektare lahan pertanian di cabe di Kabupaten Serang. “Baik cabe merah besar, keriting dan cabe rawit, kurang lebih ada sekitar 50 hektare,” tegasnya.
Ia mengatakan, masih minimnya minat petani untuk menanam cabe dikarenakan para petani yang belum terbiasa menanam cabe. Selain itu juga, cabe merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki resiko tinggi.
“Resikonya yang tinggi, karena banyak penyakitnya. Perawatannya sangat susah, makanya petani yang belum berpengalaman nanam cabe ragu-ragu, untuk menanam cabe,” pungkasnya. (*)
Editor: Abdul Rozak











