LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Teater Guriang Tujuh Indonesia menggelar Festival Pencak Silat Se-Banten tingkat anak-anak usia 9-12 tahun kategori Rampak Jurus Khas Perguruan. Acara ini diikuti oleh 18 kelompok yang berasal dari berbagai perguruan pencak silat di seluruh Banten. Mereka menampilkan kemampuan terbaiknya dalam seni bela diri tradisional ini.
Festival ini adalah kompetisi yang menonjolkan kemampuan pencak silat kategori Rampak Jurus khas perguruan mereka masing-masing, di mana setiap kelompok menampilkan gerakan yang seragam dan harmonis, mencerminkan keahlian serta kekompakan tim.
Dede Abdul Majid, direktur Guriang Tujuh Indonesia mengatakan, acara ini bertujuan untuk melestarikan seni bela diri tradisional sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
“Acara ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai silaturahmi, dan upaya kami untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai luhur pencak silat kepada anak-anak sejak dini,” ujar Dede kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 26 Juli 2024.
Festival ini didukung oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan pemerintah, yang dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kebupaten Lebak serta BPK Wilayah 8. Selain itu juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil menginspirasi para peserta untuk terus mengembangkan bakat mereka dalam pencak silat.
“Dengan semangat dan antusiasme yang ditunjukkan, diharapkan pencak silat akan terus berkembang dan lestari di Banten,” harap Dede.
Festival ini diselenggarakan dengan kerja sama antara Teater Guriang Tujuh Indonesia dan berbagai perguruan pencak silat di Banten. Setiap penampilan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para ahli pencak silat, berdasarkan orisinalitas/kriteria keaslian gerak, kemantapan gerak, kekayaan/keanekaragaman jurus, dan mimik wajah.
Sementara itu, Ade perwakilan salah satu pedepokan silat di Lebak, mengungkapkan semoga festival dan kompetisi ini bisa melestarikan seni bela diri tradisional pencak silat di kalangan generasi muda.
“Adanya acara ini juga, sekaligus memberikan wadah bagi mereka untuk berprestasi dan menunjukkan kemampuan. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan antar perguruan pencak silat di Banten,” terangnya.
Ia menambahkan, Festival Pencak Silat Se-Banten ini tidak hanya menampilkan keahlian teknis dalam seni bela diri, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antar pegiat pencak silat, serta sebagai perayaan budaya yang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan leluhur.
“Dengan diadakannya acara seperti ini, diharapkan pencak silat tetap hidup dan berkembang di kalangan generasi muda, menjadi bagian dari identitas budaya yang kaya dan beragam di Indonesia,” tandasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











