PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang tengah melakukan revitalisasi tempat Wisata Kuliner Pandeglang Berkah yang berlokasi di Gedung Juang 45, tepatnya di Jalan Bank Banten.
Revitalisasi ini mengusung konsep baru, tidak hanya sebagai sentral jajanan, tetapi juga sebagai tempat dengan konsep kafe yang nyaman. Revitalisasi ini ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2024.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan pada Diskoperindag Kabupaten Pandeglang, Arlan.
Sebagaimana diketahui, Wisata Kuliner Pandeglang Berkah ini merupakan aset milik Pemkab Pandeglang, yang mendukung untuk pelaku usaha dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Arlan mengungkapkan rencana revitalisasi Wisata Kuliner Pandeglang Berkah ini dengan dukungan dana CSR dari Bank BJB senilai Rp 100 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk renovasi ringan yang fokus pada pengembangan sarana dan prasarana sentra pelaku usaha.
“Nah, kami akan meng-upgrade beberapa area tenant berjualan yang ada di koridor bagian kiri dan kanan yang saat ini sudah memiliki atap. Kami juga akan membuat beberapa area terbuka untuk area makan, sehingga konsep Wisata Kuliner Pandeglang Berkah ini menjadi semacam kafe yang diisi oleh beberapa pelaku usaha,” ungkap Arlan, Jumat 26 Juli 2024.
Menurutnya, progres revitalisasi Wisata Kuliner Pandeglang Berkah sudah berjalan sejak 24 Juli 2024 dan ditargetkan rampung sebelum 17 Agustus 2024. Penataan ini telah direncanakan dengan matang, dengan harapan agar dapat selesai tepat waktu dan segera beroperasi.
“Target penyelesaian sebelum 17 Agustus 2024. Beberapa pengerjaan ada yang sifatnya prefabrikasi, jadi hanya tinggal dipasang di lokasi. Anggaran revitalisasi ini berasal dari dana CSR, dengan jumlah sekitar Rp 100 juta,” ucap Arlan.
Arlan mengatakan bahwa konsep desain revitalisasi tidak berbeda jauh dengan kafe-kafe modern, sehingga pengunjung diharapkan bisa betah berlama-lama di sana.
“Konsepnya harus membuat pengunjung senyaman mungkin, jadi mereka bisa berlama-lama. Harapannya, jika mereka nyaman dan lama nongkrong di sana, dari yang awalnya hanya membeli satu gelas kopi, mereka mungkin akan membeli jajanan lain,” kata Arlan.
Mengenai spesifikasi menu makanan atau jajanan yang disediakan, Arlan menjelaskan bahwa pihaknya tetap akan memfasilitasi pelaku usaha yang sudah ada saat ini.
“Mungkin ada beberapa yang masyarakat Pandeglang sudah kenal dan secara citarasa sudah diterima, seperti Es Mang Cawa dan Es Dul Cendol, serta pelaku usaha lainnya yang citarasanya sudah diakui oleh masyarakat Pandeglang. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri,” jelas Arlan.
Arlan melanjutkan, lahan parkir di area Wisata Kuliner Pandeglang Berkah mungkin tidak akan menyediakan parkir untuk kendaraan roda empat, hanya untuk kendaraan roda dua.
“Oleh karena itu, kami mengajukan permohonan penetapan SK Bupati untuk penggunaan koridor Jalan Bank Banten sebagai lahan parkir alternatif. Selain itu, area depan kantor perpustakaan bisa dimanfaatkan sebagai kantong parkir. Adapun teknis lainnya, akan dibicarakan sesuai dengan kewenangannya,” terangnya.
Arlan menyampaikan bahwa dari enam pelaku usaha yang masih bertahan, kini sudah ada sekitar 20 pelaku usaha yang akan ikut mengisi ketika revitalisasi sudah rampung.
“Di luar dari tenant yang kami sediakan melalui bangunan semi permanen, ada penyediaan tenant yang difasilitasi dengan tenda. Target di area Gedung Juang sendiri kemungkinan bisa menampung sekitar 50 pelaku usaha,” tuturnya.
Dia berharap revitalisasi Wisata Kuliner Pandeglang Berkah ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian lokal, menarik lebih banyak pengunjung, serta memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para pedagang maupun masyarakat lainnya.
“Harapannya, yang di Alun-Alun itu sudah tidak ada lagi. Semua akan terpusat di sini, sehingga ketertiban dan kenyamanan lebih terjaga, termasuk memudahkan konsumen mencari makanan di satu tempat,” harapnya. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi










