SERANG,RADARBANTEN.CO.Id- Warga RW 07, Kampung Kadu Boboko dan Kadu Kacapi, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang mulai melakukan gotong royong bersih-bersih lingkungan dan melakukan pemagaran.
Hal itu dilakukan guna menyambut Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2024 yang segera memasuki tahapan penilaian.
Pantauan di lokasi, terlihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, baik pria maupun wanita, mereka bahu-membahu membersihkan lingkungan.
Terlihat warga sangat kompak dan dapat membagi pekerjaan dengan baik. Ibu-ibu membersihkan lingkungan halaman rumah, drainase hingga jalan dari sampah. Sementara kaum pria, bahu membahu mencari dan menebang pohon bambu untuk dijadikan pagar.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Tanjungsari Ita Yunita Zaena memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih agar nyaman dan dapat terhindar dari penyakit.
Ita mengaku bersyukur, antusiasme masyarakat RW 07 dalam menyambut LKBA 2024 sangat tinggi. Bahkan, baik ibu-ibu dan bapak-bapak, semua ikut serta bergotong royong menata lingkungannya agar bersih dan aman.
“Ini sudah dilakukan sejak pagi tadi, warga bergotong royong membersihkan lingkungannya. Bapak-bapaknya juga tadi sudah mengambil bambu untuk pemagaran. Kita juga tadi berikan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” katanya, Minggu, 28 Juli 2024.
Ia mengatakan, untuk lokasi LKBA di Desa Tanjungsari setiap tahunnya selalu berubah agar seluruh warga Desa Tanjungsari menyadari betapa pentingnya kebersihan dan keamanan lingkungan.
“Sengaja kita laksanakan bergilir, agar pembinaannya bisa merata sehingga masyarakat bisa sadar dan merasakan manfaat hidup di lingkungan yang bersih dengan penataan yang baik,” tegasnya.
Ia mengaku sudah menyiapkan konsep penataan untuk LKBA Kabupaten Serang 2024. Salah satunya ialah menonjolkan potensi pertanian yakni dengan membuat warung hidup dan apotek hidup. Selain itu, pihaknya juga akan membuat bank sampah.
“Nanti kita arahkan masyarakat untuk menanam toga sebagai apotek hidup. Lalu juga kita minta masyarakat untuk menanam cabai, tomat dan tanaman lainnya. Sehingga nantinya masyarakat gak usah lagi ke warung, tinggal metik di halaman rumah,” tegasnya.
Berbekal kebersamaan dan kekompakan masyarakat, pihaknya mengaku optimis di LKBA tahun bisa kembali meraih juara. “Alhamdulillah, tahun lalu kita juga mendapatkan gelar juara. Tahun ini kita optimis,” pungkasnya. (*)
Editor: Aas Arbi











