SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Forum Lintas Organisasi Pensiunan Provinsi Banten berkunjung ke Graha Pena Radar Banten. Kunjungan itu diterima langsung Direktur Utama Radar Banten Mashudi, Pemimpin Redaksi Radar Banten Delfion Saputra, dan Redaktur Pelaksana Radar Banten Aditya Ramadhan.
Ketua Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Provinsi Banten RHA Hilman Nitiamidjaja mengatakan, empat organisasi pensiunan di Provinsi Banten datang ke Graha Pena Radar Banten untuk bersilaturahmi.
“Besok kami akan menyelenggarakan deklarasi berdirinya Forum Lintas Organisasi Pensiunan,” ujar Hilman, Jumat 2 Agustus 2024.
Saat ini, selain PPI, ia mengaku ada tiga organisasi pensiunan lainnya di Banten yang akan tergabung dalam Forum Lintas Organisasi Pensiunan Provinsi Banten. Ketiganya yaitu PWRI, Pepabri, dan Persatuan Purnawirawan Polri.
Mantan Sekda Provinsi Banten ini mengatakan, dengan menyatukan semua organisasi pensiunan, maka potensi yang besar itu diharapkan dapat diapresiasi oleh sesama pensiunan. “Terutama oleh pemerintah dan semua yang terkait. Kami mempunyai tujuan yang bisa mengalami semua pensiunan dengan kemandirian,” tuturnya.
Selama ini, ia mengaku keberadaan pensiunan kerap dianggap sebelah mata dan kurang diperhatikan. Padahal, jumlah pensiunan beserta anggotanya mencapai 5 juta orang.
Hilman berharap, dengan eksistensi organisasi pensiunan melalui media massa, terutama Radar Banten Group dapat menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa mereka ada dan masih bisa memberikan sumbangsih untuk pembangunan di Banten.
Sementara itu, Direktur Utama Radar Banten Mashudi mengapresiasi kunjungan para pensiunan yang tergabung di empat organisasi dan akan segera mendeklarasikan kesatuan organisasi pensiunan dalam Forum Lintas Organisasi Pensiunan Provinsi Banten besok. Ia mengatakan, para pensiunan tidak bisa dipandang sebelah mata, karena tanpa pensiunan, belum tentu Banten seperti saat ini. Untuk itu, keberadaannya harus mendapatkan perhatian.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa Radar Banten masih bertahan di tengah gempuran media sosial. “Dalam kondisi yang tetap baik, kami tidak tinggal diam. Selain perbaikan internal, kami juga melakukan kegiatan sosial, salah satunya untuk komunitas pemuda,” tuturnya Mashudi.
Kata dia, kalaupun para pemuda saat ini tidak melakukan apa yang mereka lakukan tapi ada pelajaran yang bisa diambil bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu butuh perjuangan. “Kami juga mulai dari kontraktor alias kontrak kantor, tapi berkat kerjasama dengan semua pihak, kami bisa seperti saat ini,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda












