PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Bupati Pandeglang, Irna Narulita berharap tidak mau ada ketimpangan pembangunan antara Banten Utara dan Banten Selatan.
Irna Narulita menekankan pentingnya pemerataan pembangunan agar tidak terjadi disparitas yang merugikan daerah tertentu.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita menyatakan bahwa diperlukan kolaborasi pentahelix untuk meningkatkan nilai jual Kabupaten Pandeglang. Menurutnya tanpa bantuan keuangan dari Pemprov Banten yang signifikan, Pandeglang akan sulit mengejar ketertinggalan pembangunan.
“Banten Utara mulai membaik berkat dukungan media, yang merupakan bagian dari kolaborasi pentahelix. Namun, indikator makro Banten secara keseluruhan masih buruk, terutama karena wilayah selatan seperti Lebak dan Pandeglang belum mampu semaju Serang dan Tangerang,” ungkapnya, Minggu 18 Agustus 2024.
Irna menambahkan bahwa penting bagi pemerintah pusat dan Pemprov Banten untuk membantu menyelesaikan pembangunan jalan kabupaten yang masih tersisa 28 persen selama masa jabatannya bersama Tanto.
“Investor akan tertarik datang jika infrastruktur dasar sudah siap, namun saat ini kita belum siap. Kami juga berharap angka kemiskinan dapat ditekan jika ada investasi yang masuk,” kata Irna.
Irna Narulita mengungkapkan bahwa jika ada lebih banyak perusahaan swasta atau pabrik di Pandeglang seperti di Serang dan Tangerang, para pemimpin di Banten dan para investor mungkin akan lebih tertarik untuk bergeser ke Pandeglang.
“Dengan adanya bantuan keuangan yang lebih besar, infrastruktur di Pandeglang bisa segera diselesaikan. Hal ini akan menarik minat investor untuk datang secara otomatis. Namun, pekerjaan ini tidak bisa saya selesaikan dalam waktu 8 tahun. Seharusnya saya memiliki 2 tahun lagi untuk mengabdi dan memastikan pembangunan jalan mantap di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Irna juga menjelaskan mengapa Pandeglang masih tertinggal dalam pembangunan. Menurutnya, hambatan utamanya adalah kurangnya investasi dan luasnya wilayah Kabupaten Pandeglang yang mencapai 2.700 kilometer persegi.
“Kalau dibandingkan, kenapa Pandeglang tidak maju-maju? Salah satu alasan utamanya adalah kurangnya investor yang masuk, ditambah lagi dengan luas wilayah Pandeglang yang sangat besar, mencapai 2.700 kilometer persegi. Hal ini berbeda dengan Tangerang dan Serang yang memiliki infrastruktur dasar yang lebih baik serta APBD dan PAD yang lebih besar, ditambah dengan kehadiran kawasan industri di wilayah mereka,” jelasnya.
“Karena luasan paling besar wilayah nya pertama Kabupaten Lebak keduanya Kabupaten Pandeglang, jadi kita enggak bisa ngejar,” sambungnya.
Irna Narulita berharap agar dengan bantuan keuangan dari APBD Pemprov Banten serta dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN, semua infrastruktur dasar di Pandeglang dapat diselesaikan, dan APBD Kabupaten Pandeglang bisa meningkat.
Irna menambahkan, jika bantuan keuangan yang diberikan sebesar Rp 150 miliar per tahun, kebutuhan infrastruktur dasar di Kabupaten Pandeglang dapat terpenuhi.
“Anggaran sebesar Rp 120 miliar hingga Rp 150 miliar seharusnya tidak menjadi beban bagi Pemprov Banten. Kabupaten Lebak menerima Rp 200 miliar, dan Pandeglang juga membutuhkan Rp 200 miliar. Jika anggaran ini dialokasikan ke Tangerang, itu sama saja seperti membuang garam ke laut, karena infrastruktur dasar mereka sudah sempurna, seperti di Cilegon dan Serang,” tutupnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











