LEBAK RADARBANTEN.CO.ID – Kemarau yang terjadi sejak Juli 2024 di Kabupaten Lebak menyebakan 334 hektare (ha) tanaman padi di Kabupaten Lebak, mengalami kekeringan.
Ratusan hektare area persawahan tersebut tersebar di 14 kecamatan dan 33 desa yaitu Malingping, Wanasalam, Bayah, Banjarsari, Gunungkencana, Muncang, Cipanas, Sajira, Cimarga, Cikukur, Warunggunung, Cibadak, Kalanganyar dan Cibadak.
“Ya, berdasarkan laporan petugas pengamat Hama dan organisme tanaman, per 8 Agustus 2024 sebaran kekeringan ada di 14 kecamatan dan 33 desa. Luas yang kekeringan kategori ringan 305 ha, kategori sedang 29 ha dan terancam atau waspada kekeringan seluas 873 hektar,” kata Kabid Produksi Distan Lebak, Denny Iskandar, Kamis 22 Agustus 2024.
Dalam menghadapi musim kemarau, kata dia, Dinas Pertanian telah mengeluarkan Surat Edaran kepada Korwil BPP se-Kabupaten Lebak yang intinya mengantisipasi dampak kekeringan dengan melakukan percepatan tanam di wilayah yang masih tersedia sumber air, dengan menggunakan varietas yang tahan kekeringan.
“Melakukan pemeliharaan terhadap saluran irigasi, pipanisasi dan embung, melakukan gilir air yang dikelola oleh P3A, serta menginventarisasi wilayah-wilayah yang rawan terjadinya kekeringan serta ketersediaan sumber air. Alhamdulilah, sampai saat ini belum ada laporan puso, karena sebagian telah memasuki masa panen,” jelasnya.
Sampai dengan bulan Juli 2024 produksi padi di Kabupaten Lebak mencapai 314.185 ton Gabah Kering Panen (GKP) setara 143.038 ton beras.
“Apabila Kebutuhan beras per kapita per tahun sebesar 101,6 kg, produksi beras tersebut masih surplus,” katanya.
Sebelumnya Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizky Pratama mengatakan, kemarau yang telah berlangsung sejak Juli di Kabupaten Lebak berdampak pada pasokan air bersih di daerah di Lebak. Bahkan, BPBD telah mengsulkan kepada Pemkab Lebak untuk menetapkan Lebak darurat kekeringan.
BPBD Kabupaten Lebak mencatat warga di 70 Desa tersebar di 20 Kecamatan di Lebak kesulitan air bersih. Sumur pompa yang selama ini mereka andalkan untuk keperluan air bersih sehari-hari mengering, begitupun air sungai juga mengering.
“Kami terus melakukan drofing air bersih ke sejumlah desa, Kecamatan yang telah mengajukan permohonan air bersih,” kata Febby.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aditya











