PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID-Penikmat kopi di Banten rasanya sesekali wajib bertandang ke tempat Wisata Kuliner di Jalan Bank Banten, Kabupaten Pandeglang. Di tempat ini, Anda dapat menikmati seduhan kopi nikmat khas Gunung Karang.
Tempat ini adalah salah satu pilihan ideal melepas penat dari aktivitas keseharian yang membosankan. Kenikmatan secangkir kopi ini makin bertambah dengan suasana syahdu di lokasi.
Beni Badaruzaman, penggiat Kopi Gunung Karang, mengatakan, kopi dengan tagline ‘Pandeglang Boga Kopi’ saat ini dapat dinikmati oleh semua kalangan. Di tempat itu, penikmat kopi juga bisa berbagi cerita mengenai kopi asli Pandeglang yang telah merangsek pasar nasional tersebut.
“Kalau daya tarik di nasional tentu sudah teruji ya. Nah, PR besar saya bagaimana mengenalkan kopi lokal Gunung Karang yang kami olah. Sebelum ngopi, kami edukasi dulu mereka agar tahu bahwa Pandeglang punya kopi,” ungkapnya, Minggu, 1 September 2024.
Di Wisata Kuliner Pandeglang Berkah ini tersedia berbagai menu pilihan olahan kopi Gunung Karang, seperti es susu gula aren, manual brew kopi robusta Gunung Karang, dan lepeh lalay vixity atau tubruk.
“Harganya pun terjangkau, mulai dari Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu,” tuturnya.
Kata Beni, penting memiliki rasa bangga terhadap kopi Pandeglang yang sudah diakui di tingkat nasional.
“Ayo bareng-bareng kita gedein kopi Pandeglang supaya tidak kalah dengan kota lain, karena kopi kita punya ciri khas tersendiri,” lanjutnya.
Dia mengklaim, sejak awal dibuka, 60 persen pengunjung yang datang hanya untuk mencicipi kopi berasal dari Pandeglang, Labuan, dan sekitarnya itu.
“Iya, sudah mulai banyak nih pengunjung dari berbagai wilayah. Sekitar 40 persen dari luar Pandeglang dan 60 persen dari Pandeglang,” jelasnya.
Dia menambahkan, selain memproduksi kopi, pihaknya juga sedang menanam kembali pohon kopi di Gunung Karang. Upaya ini dilakukan untuk menjaga kelestarian budidaya kopi agar terus berlanjut.
“Jadi, selain mengelola hutan kopi, kami juga sedang menanam bibit kopi asli dari Gunung Karang, bukan dari wilayah lain,” tutupnya.
Editor : Merwanda











