SERANG,RADARBANTEN.CO.ID–Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten menerima laporan 85 kasus cacar monyet atau Monkeypoxurius atau dikenal dengan Mpox dari seluruh wilayah Banten, kecuali Kabupaten Pandeglang.
Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, dari 85 laporan yang masuk, ada 9 kasus yang dinyatakan positif berdasarkan hasil laboratorium.Agar tidak keliru, kenali gejala Mpox agar tidak tertukar dengan cacar air dan campak.
Apabila terjangkit Mpox, maka pasien mengalami demam >38 derajat Celcius dan ruam setelah 1-3 hari. Kemudian penampakan ruam berupa makula, papula, vesikel, pustula. Jenis ruamnya sama pada setiap fase di semua area tubuh.
Perkembangan ruam lambat yakni 3-4 minggu di mulai di kepala, lebih padat di wajah dan anggota badan serta muncul di telapak tangan dan kaki. Penampakan khas ruamnya limfadenopati. Kematian akibat Mpox 3-6 persen.
Apabila cacar air, pasien akan demam hingga 39 derajat Celcius dan timbul ruam setelah 0-2 hari. Penampakan ruamnya berupa makula, papula, vesikel dan ada di berbagai fase. Perkembangan ruamnya pun cepat serta tampak crops selama beberapa hari.
Distribusi ruam mulai di kepala, lebih padat di tubuh tapi tidak ada di telapak tangan dan kaki. Penampakan khas ruamnya yakni ruam gatal. Kematian akibat cacar air jarang.
Sementara itu, apabila terkena campak, pasien akan demam tinggi 40,5 derajat Celcius dan ruam setelah 2-4 hari.
Penampakan ruamnya non vesikel pada berbagai vase dan perkembangannya cepat yakni 5-7 hari. Distribusi ruamnya mulai di kepala dan menyebar, dapat mencapai tangan dan kaki. Penampakan khasnya koplik spots. Kematiannya pun bervariasi.
Reporter : Rostinah











