TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Kasus penculikan dan pemerkosaan terhadap dua orang siswi SD di Tangsel mengkhawatirkan banyak orang, terutama orangtua siswa.
Menurut Anggota DPRD Kota Tangsel, Ferdiansyah, kasus penculikan dan pemerkosaan ini terjadi karena lalainya pihak sekolah yang memberi izin siswanya pulang, kemudian siswa menunggu sendirian di depan gerbang sekolah.
Menurut Ferdi, kasus penculikan dan pemerkosaan bisa diantisipasi sekolah, dengan tidak memberi izin siswa pulang, sebelum dijemput orangtua siswa.
Menurut Ferdi, sekolah bersama orangtua siswa harus dibuatkan komitmen akan hal ini tak terulang.
“Atas dasar maraknya kejadian yang menimpa siswa SD, rasanya perlu diiuatkan komitmen antara sekolah dengan orangtua siswa, misalnya dengan tidak memberikan izin pulang terlebih dahulu bagi siswa SD kelas I sampai kelas IV jika belum dijemput orang tuanya,” ujar Ferdi, Sabtu 7 September 2024.
Selain itu, Ferdi mendesak kepolisian segera menangkap pelaku yang telah meresahkan banyak pihak dan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangsel juga diminta membuat aturan serta formulasi agar kasus serupa tak terulang.
“Pihak kepolisian harus dapat mengungkap kasus ini sampai selesai, agar dapat memberikan rasa keadilan bagi korban. Pelaku harus ditangkap dan di berikan hukuman berat,” ujarnya.
Ferdi melanjutkan, maraknya kasus terhadap anak belum lama ini yakni pelemparan gunting oleh oknum guru, kemudian penculikan dan pemerkosaan menjadi alarm bagi Pemkot Tangsel untuk bisa mencari solusi atas persoalan ini.
“Komitmen bersama ini perlu di buat agar kejadian serupa tidak terulang kembali karena dampak dari kasus yang belakangan ini terjadi menimpa peserta didik di Tangsel akan membekas dan menjadi traumatik sampai besar,” tandasnya.
Editor : Merwanda











