PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID–Samsul terbilang cukup beruntung. Hobi masa kecilnya, kini telah menjadi sumber utama penghasilan keluarganya.
Samsul lahir dan besar di Kampung Ciguludug, Kelurahan Juhut, Kabupaten Pandeglang. Di kampung itu, Samsul kecil telah menyukai seni lukis. Tidak hanya suka, melukis telah menjadi hobinya sejak saat itu.
Seperti anak-anak lain di kampungnya, Samsul hanya menempuh pendidikan umum. Tidak ada pendidikan khusus seni lukis yang dienyam oleh Samsul. Kemampuannya hanya diasah dengan cara belajar otodidak.
Namun Samsul sadar tidak bisa berkembang sendiri. Dia tidak sungkan menimba ilmu dari para seniman lain, baik senior atau juniornya.
Beragam masukan dan pengetahuan dari seniman lain, telah memengaruhi karya lukis yang dihasilkan. Begitu juga karya lukisnya tidak hanya dipengaruhi oleh satu aliran seni lukis saja. Sebut saja aliran natural dan realis. Aliran ini menghasilkan lukisan pemandangan alam, hewan, pantai, hingga potret wajah.
“Awalnya hanya hobi, tapi karena saya tekuni, Alhamdulillah bisa sampai sekarang. Mulai dari gambar sketsa biasa,” kata Samsul ditemui di rumah sederhananya, Senin 16 September 2024.
Seiring waktu, rasa percaya diri Samsul meningkat. Pada 2020, Samsul memutuskan bergabung dengan komunitas Bunga Rumput. Dia mulai mengikuti berbagai pameran seni lukis, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Berbekala pengalaman, tahun 2014 atau 20 tahun lalu, Samsul memberanikan diri membangun ‘Warung Seni Sanggar Kreasi Mandiri’. Sebuah tempat untuk memamerkan karya lukisnya.
Sejak mendirikan tempat usahanya, pesanan mulai berdatangan.
Biasanya pemesan dari Kabupaten Pandeglang dan daerah lain, seperti Serang dan Rangkasbitung.
Sejak saat itu, melukis yang semula hanya hobi, telah menjadi sumber rezeki utamanya. Satu lukisan Samsul patok dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 4 juta. Tergantung tingkat kesulitan dan ukuran. “Harga lukisan itu relatif, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Untuk ukuran kecil, paling murah dua ratus ribu, sedangkan untuk ukuran besar bisa mencapai empat jutaan,” jelasnya.
Kata Samsul, untuk lukisan ukuran kecil, dibutuhkan waktu 1 hingga 2 hari untuk menyelesaikannya. Namun, untuk lukisan ukuran besar, prosesnya bisa memakan waktu 1 hingga 2 minggu.
“Banyak tantangannya, terutama saat melukis wajah, harus benar-benar mirip. Untuk yang lain, seperti pohon, detail warna, pencahayaan, dan bentuk daun harus sesuai,” jelas Samsul sembari menunjukkan karya lukisnya.
Dari penjualan lukisan, setiap bulan, Samsul dapat mengantongi omzet Rp 8 juta. Dia berharap seni lukis bisa terus dilestarikan dan dikembangkan di Kabupaten Pandeglang. Dengan begitu, generasi penerus dapat muncul dengan aliran seni baru yang bisa mengharumkan nama Pandeglang di kancah nasional maupun internasional.
Editor : Merwanda











