LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Denokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum juga mengeluarkan rekomendasi siapa yang ditunjuk kader partai moncong putih untuk duduk menjadi ketua DPRD Lebak.
PDIP Lebak merupakan pemenang pada Peemiu legislatif (Pileg) 2024 dengan 7 kursi atau sama dengan NasDem dan PKB.
Ditengah menunggu keputusan rekomendasi dati dpp pdip, tersiar kabar bahwa PDIP telah mengeluarkan rekomendasi atas nama dr Juwita sebagai ketua dprd lebak. Karuan saja kabar tersebut menuai pro dan kontra diantara kader PDIP mengingat, sosok Juwita yang merupakan putri senior PDIP dr Ribka Ciftaning tidak termasuk dalam nama tiga calon yang diusulkan DPC PDIP Lebak.
DPC PDIP Lebak melalui keputusan pleno mengusulkan tiga nama yaitu Junaedi Ibnu Jarta sang ketua DPC PDIP Lebak, Ijah Hadijah dan Dimas.
Akibat belum ada rekom dari dpp, friksi antara dr Juwita Wulandari dan Junaedi Ibnu Jarta terus meruncing. Kedua kubu pendukung terus menyuatakan dukungan.
Juwita Wulandari anggota fraksi DPRD Lebak yang juga putri politisi senior Ribka Ciftaning dikabarkan mendapat rekomensasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP terpantau melakukan safari politiknya dengan mendatangi sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Lebak, mulai dari mantan ketua DPRD Lebak Pepep Paisaludin, eks wakil ketua DPRD Lebak HM Sukira dan ketua MUI Lebak KH Pupu Mahpudin.
Ditengarai kedatangan Juwita yang didampingi suaminya Deden M Fatih untuk bersilaturahmi dan meminta masukan terakit dengan tugas dan fungsi sebagai legislator.
Sementara itu puluhan warga yang disinyalir pendukungnya Junaedi Ibnu Jarta Ketua DPC PDIP Lebak mengelar aksi unjuk rasa menolak Juwita Wulandari sebagai ketua DPRD Lebak di halaman kantor DPRD Lebak. Mereka menolak, Juwita sebagai ketua DPRD Lebak.
Pengamat politik dari Universitas La Tansa Koswara Purwasasmita mengatakan, jabatan ketua DPRD Lebak cukup stategis dan terhormat. Karena itu, tidak heran semua politisi mengincar jabatan tetaebut, termasuk Juwita Wulandari maupun Junaedi Ibnu Jarta.
“Saya kira wajar kalau ada pro dan kontra terutama pendukungnya Junaedi Ibnu Jarta. Jelas, mereka inginnya Junaedi yang jadi ketua DPRD Lebak karena selain telah mengakar, jun juga ketua dpc pdip lebak,” kata pengamat politik dari Universitas La Tansa, Koswara Purwasasmita, Jumat 19 September 2024.
Penolakan dari pendukung Junaedi terhadap Juwita Wulandari, kata Koswara sebenarnya tidak terlalu aneh mengingat dibawah komando Junaedi Ibnu Jarta, PDIP bisa kembali merbut kursi ketua DPRD Lebak yang sempat diambil oleh Gerindra Lebak. Ditambah, Juwita tidak termasuk tiga orang calon yang diusulkan ke DPP.
“Apalagi, Junaedi merupakan peraih suara terbanyak dan mampu meraih dua kursi di dapilnya. Harus diingat juga hanya di Kabupaten Lebak, yang kursi ketua DPRD berasal dari PDIP sementara sisanya 7 Kabupaten/kota termasuk dprd Provinsi Banten ketuanya dikuasai Golkar,” kata advokat senior di Kabupaten Lebak ini.
Menurut Koswara bila benar DPP PDIP lebih memilih Juwita Wulandari ketimbang Junaedi Ibnu Jarta mesti menjadi bahan renungan bagi Junaedi.
“Bisa jadi partai menilai, Junaedi tidak cukup loyal atau apa kita kan tidak tau. Yang pasti bila dpp sudah berkeputusan, semua anggota mesti fatsun. Juwita juga saya kira mampu mengemban tugas dari dpp, karena pernah menjabat sebagai anggota dewan,” katanya.
Sementara itu Juwita Wulandari, mengaku siap menjadi ketua DPRD Lebak. Kesiapan tersebut ditegaskan Juwita, dengan catatan atas penugasan partai yang dinahkodai Megawati Soekarno Putri.
“Prinsipnya kalau itu perintah partai saya siap. Kita tunggu saja siapa yang nantinya dipercaya oleh DPP san ibu ketua umum Megawati Soekarno Putri,” katanya.
Disinggung mengenai safari politiknya ke sejumlah tokoh di Kabupaten Lebak, Juwita mengatakan, itu merupakan silaturahmi biasa dalam rangka meminta masukan dan saran kepada para tokoh senior agar dalam mengemban sebagai legislator.
“Tentunya, kita perlu saran dan masukan dari para tokoh senior siapapun itu, untuk kemajuan kabupaten lebak,” katanya.
Terpisah Ketua DPC PDIP Lebak Junaedi Ibnu Jarta menyatakan fatsun dan patuh terhadap keputusan DPP PDIP, termasuk rekomendasi ketua DPRD Lebak definitif.
“Berkaitan dengan dinamika ketua dprd lebak depinitif saya menyatakan tegak lurus dan fatsun apapun keputusan dpp PDIP dan ibu ketua umun Megawati Soekarno Putri. Sampai saat ini kami masih menunggu surat rekemendasinya (ketua dprd lebak),” tegas ketua sementara DPRD Lebak ini.
Reporter: nurabidin
Editor: Bayu Mulyana











