TANGERANG,RADARBANTEN.CO.ID-GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau biasa yang disebut penyakit asam lambung sering kali menjadi masalah yang mengganggu kualitas hidup banyak orang. Gejala umum GERD meliputi rasa terbakar di dada (heartburn), regurgitasi asam lambung, kesulitan menelan, batuk kronis dan suara serak. Meskipun pengobatan dengan obat-obatan dapat mengurangi gejala, tidak semua pasien mendapatkan hasil yang memuaskan.
Dokter Spesialis Bedah Digestif Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Eko Priatno mengungkapkan, gejala GERD yang parah dan kronis adalah pasien yang mengalami gejala GERD berat dan berkepanjangan, serta yang tidak membaik dengan penggunaan obat-obatan.
“Nah, komplikasi GERD seperti esofagitis (peradangan pada esofagus), penyempitan esofagus, atau Barrett’s esophagus, yang berisiko menjadi kanker esofagus,” ungkapnya, Selasa 1 Oktober 2024.
Kata dr Eko, ketergantungan pada obat biasanya pasien harus terus-menerus menggunakan obat antasida atau proton pump inhibitors (PPI) untuk mengontrol gejala. Akan tetapi tetap tidak mendapatkan perbaikan yang signifikan.
Sebab katanya, efek samping obat biasanya pasien akan mengalami efek samping dari pengobatan jangka panjang, yang membuat kualitas hidup menurun.
Makanya, dirinya menyarankan supaya pasien melakukan bedah laparoskopi yang di mana prosedur minimal invasif hanya memerlukan sayatan kecil untuk memasukkan kamera dan alat bedah khusus.
“Metode ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan operasi terbuka tradisional, seperti pemulihan yang lebih cepat, risiko infeksi yang lebih rendah, serta nyeri pasca operasi yang minimal,” terang dr Eko.
Dirinya juga menjelaskan, Laparoskopi untuk GERD adalah pilihan yang sangat efektif bagi pasien yang tidak merespon dengan baik terhadap obat-obatan.
Dimana, dengan teknik ini pihaknya dapat memperbaiki katup antara lambung dan esofagus yang menjadi penyebab utama refluks asam.
“Nah, pasien biasanya dapat kembali beraktivitas normal dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan operasi konvensional,” pungkasnya.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi












