LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dampak gelombang tinggi mengakibatkan ratusan perahu nelayan tidak melaut di Pelabuhan Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Minggu 20 Oktober 2024.
Badru salah seorang warga Wansalam menyebutkan, ratusan perahu yang bersandar karena dampak gelombang tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir di pantai selatan Lebak.
“Jadi itu perahu milik nelayan, karena dampak gelombang tinggi, akhirnya perahu disandarkan di pelabuhan,” kata Badru kepada RADARBANTEN.CO.ID, Minggu 20 Oktober 2024.
Ia menjelaskan, bahwa gelombang tinggi membuat para nelayan akan merugi besar jika terus-menerus terjadi. Karena mayoritas di Wanasalam merupakan nelayan yang mengandalkan hasil laut.
“Warga disini sangat bergantung pada hasil laut, sehingga akan merugi besar bagi para nelayan jika tidak melaut,” tuturnya.
“Kalo misalnya tidak melaut warga khususnya di Desa Muara bisa kewalahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” lanjutnya.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, memberikan imbauan untuk mewaspadi gelombang tinggi yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB hingga malam.
“Saya imbau kepada masyarakat tetap waspada, karena gelombang tersebut merupakan dampak dari Supermoon atau adanya bulan purnama, di prediksi sampai tanggal 20 Oktober 2024. Khususnya untuk di pesisir pantai waspada dengan kondisi sekitar,” ucapnya.
Ia melanjutkan, terkait dengan kerusakan yang terjadi tidak berdampak pada rumah warga melainkan hanya warung dan perahu milik warga. Menurutnya berdasarkan data sementara, tidak kerusakan fasilitas umum dampak gelombang tinggi.
“Kami terus melakukan monitoring dan meningkatkan koordinasi baik dengan relawan BPBD, pemerintah kecamatan maupun desa. Harapannya, agar bencana ini tidak menimbulkan korban jiwa,” tandasnya.
Editor: Bayu Mulyana











