SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kios dan los di Pasar Baros resmi diserahkan kepada para pedagang oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten (BPPWB), Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
Secara simbolis, serah terima kios dan los dilakukan oleh Direktur Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Essy Asiah, kepada Staf Ahli Bupati Serang Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Zaldi Dhuhana, yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat.
Zaldi mengatakan, selain penyerahan aset secara simbolis kepada pedagang dan Pemkab Serang, ada juga sosialisasi terkait dengan fasilitas di Pasar Baros. Para pedagang juga diminta untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan iuran operasional.
“Alhamdulillah, pedagang dengan kesadaran bahwa Pasar Baros ini merupakan fasilitas dari pemerintah untuk kepentingan mereka sendiri, sehingga akhirnya secara mandiri mereka iuran untuk pengelolaan sampah, keamanan, dan lain sebagainya,” katanya, Senin 28 Oktober 2024.
Setelah resmi diserahkan, Zaldi berharap Pasar Baros yang dibangun dengan menelan Dana APBN sebesar Rp41 miliar bisa memberikan kenyamanan baik untuk penjual ataupun pembeli dengan adanya beberapa fasilitas di dalamnya seperti jalur untuk disabilitas, ruang kesehatan, ruang menyusui, dan fasilitas umum lainnya.
“Kita berharap Dinas Kesehatan bisa berpartisipasi secara berkala, ikut untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya kepada pedagang pasar yang pasti membutuhkan dalam proses mereka melakukan usahanya di sana,” ujarnya.
Zaldi mengimbau para pedagang bisa menjaga semua fasilitas di Pasar Baros dengan baik, termasuk menjaga lahan parkir Pasar Baros agar tidak digunakan pedagang kaki lima untuk berjualan.
“Tentunya akan membuat pasar menjadi kumuh dan juga kelihatan tidak profesional, tidak tertib, tidak teratur,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, mengungkapkan bahwa para pedagang Pasar Baros sudah menempati kios dan los mereka selama kurang lebih dua pekan.
Menurutnya, para pedagang sangat antusias untuk menempati Pasar Baros yang baru, setelah dua tahun menempati pasar sementara.
“Mereka sudah mulai jualan, dan para pengunjung yang belanja pun dinilai cukup meningkat di sana,” ujarnya.
Adang mengatakan, ada sekitar 345 pedagang yang menempati Pasar Baros.
Ia memastikan, tidak ada biaya sewa untuk menempati kios, namun ada beberapa iuran yang dikenakan seperti untuk biaya keamanan dan pengambilan sampah yang nominalnya disepakati oleh para pedagang.
“Jadi untuk saat ini memberikan sosialisasi kepada para pedagang agar merawat karena akan diresmikan oleh pak Presiden atau oleh Menteri nantinya. Untuk peresmian, informasinya mungkin akhir bulan November rencana jadwalnya,” pungkas Adang.
Editor: Agus Priwandono











