SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Banten dari Fraksi PDIP, Abraham Garuda Laksono, mengajak masyarakat untuk menghindari judi online alias judol.
Judi online bersifat merugikan dan banyak meresahkan banyak orang. Bahkan, telah banyak kasus korban yang berjatuhan karena terjerat oleh judol.
Provinsi Banten sendiri sebelumnya mendapati peringkat kelima dengan jumlah pelaku judi online terbanyak di Indonesia.
Tidak tanggung-tanggung, nilai transaksi atau peredaran uangnya mencapai Rp 1 triliun lebih.
Abraham mengaku miris dengan maraknya fenomena judol ini. Karena, banyak pemain merupakan anak muda. Padahal, judol tidak menguntungkan, melainkan sangat merugikan.
Oleh sebab itu, dirinya mendorong agar kasus judol ini diberantas. Intervensi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu dilakukan secara bersama-sama.
“Judol ini sudah meresahkan banyak warga Banten, bahkan seluruh warga Indonesia. Oleh sebab itu, kita harus benar-benar berantas judol ini supaya tidak banyak warga kita yang terjerat judol ini,” ujar Abraham, Rabu, 13 November 2024.
Intervensi pemberantasan judol harus dilakukan secara masif ke lingkungan masyarakat, tidak secara seremonial semata seperti SMS-SMS.
“Maksudnya bukan hanya SMS saja ataupun sosialisasi, tetapi suatu gebrakan yang memang betul-betul menyadarkan masyarakat bahwa judi online itu enggak worth it, bahwa harus dihindarkan,” katanya.
Anggota DPRD Banten termuda ini mengaku jika dirinya kerap mendapati banyak aduan dari masyarakat perihal judol.
“Laporan-laporan masyarakat ini memang sudah mulai meresahkan khususnya ibu-ibu yang datang ke kami, menyampaikan kalau suaminya atau anaknya main judol. Akhirnya mereka terjerat pinjaman online, karena maksain untuk judol,” ungkapnya.
Selain sosialisasi, anggota Komisi V DPRD Banten ini menilai jika Pemprov Banten juga dapat melakukan upaya lain dengan mengajak masyarakat khususnya kalangan anak muda untuk aktif berkreativitas melalui berbagai pelatihan-pelatihan kewirausahaan.
“Jika pelatihan-pelatihan ini dilakukan dengan tepat sasaran, bukan hanya judol yang bisa kita berantas, tapi juga angka pengangguran,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











