PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Budayawan sekaligus pejabat Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Rohaendi, SPd, M.Par, yang kini menjabat sebagai Adhyatama Kepariwisataan, menyatakan komitmennya dalam mengembangkan kebudayaan di Banten.
Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di dunia seni, ia merasa bangga bisa berkontribusi dalam memajukan kesenian, baik di Kabupaten Pandeglang maupun di tingkat provinsi.
Menurut Rohaendi, apresiasi masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan kini semakin meningkat dibandingkan masa lalu. Ia teringat bagaimana para seniman tradisional, seperti nayaga (pemusik tradisional), dahulu sering kali tidak dihargai.
“Sebagai pelaku seni budaya, saya merasa bangga karena dulu seniman, terutama nayaga, sering tidak dilirik dan tidak dihargai. Namun, di era digital sekarang, kesenian dan kebudayaan harus bisa dihargai lebih tinggi oleh masyarakat,” ungkapnya, Jumat 15 November 2024.
Rohaendi percaya bahwa untuk menjaga eksistensi kesenian tradisional di tengah arus modernisasi, dibutuhkan gerakan cinta seni dan budaya kampung. Ia menekankan pentingnya menggali kembali keunikan dan kekhasan lokal yang mencerminkan nilai-nilai asli Banten.
“Kreasi dan inovasi harus terus dilakukan agar budaya lokal tidak tenggelam. Masyarakat perlu diajak untuk lebih mencintai dan melestarikan seni serta budaya kita,” ucapnya.
Rohaendi juga mengaku memiliki misi pribadi dalam mengangkat kebudayaan lokal agar lebih dihargai, terutama dengan perannya di Dinas Pariwisata.
“Saya punya misi untuk memajukan kebudayaan di Banten. Meski jabatan saya di bidang SDM sudah relevan, akan lebih fokus jika ditempatkan di bidang kebudayaan. Itu akan mempermudah saya dalam menjalankan program-program untuk melestarikan kebudayaan,” tuturnya.
Menurut Rohaendi, salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah meningkatkan harkat para seniman di Banten.
Ia ingin seniman lokal, yang biasanya hanya tampil di acara kampung dan hajatan, bisa naik level dengan tampil di panggung yang lebih besar, seperti di mall atau event kota.
“Saya ingin mereka naik kelas, berkolaborasi dengan Production House dan Event Organizer (EO) ternama,” jelasnya.
Lebih jauh, Rohaendi menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung para pelaku seni. Ia menyebut bahwa pembinaan, sosialisasi, serta sertifikasi bagi seniman sangat krusial untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme mereka.
“Kalau seniman memiliki sertifikasi, mereka akan punya nilai jual yang lebih tinggi dan memenuhi standar profesional,” katanya.
Sebagai bukti konkret dari komitmennya, Rohaendi bersama timnya baru-baru ini menggelar uji kompetensi dan sertifikasi bagi para seniman di Banten.
“Beberapa minggu lalu, kami melaksanakan program sertifikasi yang mendapat sambutan positif dari para seniman dan budayawan se-Banten. Program ini saya perjuangkan bersama Kabid SDM agar terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Rohaendi menekankan bahwa program sertifikasi semacam ini seharusnya diinisiasi oleh ASN yang memiliki passion dan pemahaman mendalam di bidang kebudayaan. Pemerintah perlu menempatkan aparatur yang kompeten dan memahami seluk-beluk kebudayaan di posisi yang tepat.
“ASN yang memiliki latar belakang budaya seharusnya ditempatkan di bidang kebudayaan, seperti di Disdikbud Provinsi Banten. Jangan sampai salah penempatan. Seharusnya, program sertifikasi pelaku seni itu dipegang oleh bidang kebudayaan, bukan hanya SDM,” tegasnya.
Rohaendi berharap agar para pemimpin di masa depan lebih memperhatikan pentingnya penempatan ASN yang tepat di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik itu di bidang perencanaan, pertanian, kesehatan, maupun pendidikan.
“Penempatan ASN sesuai dengan kompetensinya harus menjadi prioritas pemimpin mendatang. Ini penting agar Banten bisa menjadi lebih maju dan lebih baik,” tutupnya.
Rohaendi optimistis, dengan dukungan pemerintah dan berbagai program yang sudah berjalan, kebudayaan di Banten akan terus berkembang dan semakin dihargai oleh masyarakat luas.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi











