SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mencatat ada banyak 212 hektare lahan pertanian yang terdampak akibat banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Serang.
Jumlah tersebut tersebar di enam kecamatan yakni Kecamatan Padarincang, Ciruas, Jawilan, Bandung, Mancak serta Kecamatan Pontang.
Sekretaris DKPP Kabupaten Serang, Yuli Saputra mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan terhadap wilayah yang terendam banjir di Kabupaten Serang. Dari hasil tersebut, terdapat 212 hektare lahan pertanian yang terendam banjir.
“Ini berdasarkan update terbaru, ada 212 lahan pertanian yang terendam banjir. Hari ini masih dilakukan identifikasi apakah ada yang puso atau tidak. Sejauh ini belum ada laporan yang puso,” katanya Jumat 6 Desember 2024.
Berdasarkan hasil rekap yang sudah dilakukan, di Kecamatan Padarincang ada sekitar 70 hektar yang terendam, lalu di Kecamatan Ciruas 20 hektare, Kecamatan Jawilan 25 hektare, Kecamatan bandung 5 hektare, Kecamatan Mancak 35 Hektare serta Kecamatan Pontang 57 hektare.
“Usia tanamnya variatif, ada yang 0-14 hari setelah tanam, ada pula yang 15 sampai 35 hari setelah tanam,” ujarnya.
Yuli mengatakan, pada usia 0-14 hari setelah tanam, padi sangat rentan mengalami puso ketika terlalu lama terendam oleh air. “Sudah terendam sekitar dua tiga hari. Posisinya baru mulai tanam, kalau lebih tiga hari saja terendam biasanya bisa puso,” tegasnya.
Yuli mengaku, belum mendapati adanya laporan terkait adanya titik-titik baru lahan pertanian yang terdampak akibat banjir. Ia pun berharap bangor tidak meluas dan menyebabkan dampak yang lebih parah.
“Titik baru kita belum mendapatkan informasi, namun masih dilakukan identifikasi oleh teman-teman di lapangan. Kemungkinan ada potensi titik baru di tunjung teja dekat jalan tol, sama Pulokencana, pontang. Itu belum teridentifikasi,” tegasnya.
Nantinya, apabila ada tanaman milik petani yang mengalami puso, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten agar para petani mendapatkan pergantian bibit.
Yuli menghimbau kepada para petani untuk tetap waspada karena mulai memasukkan hujan. Salah satunya upaya yang bisa dilakukan ialah dengan mendaftarkan lahan pertanian mereka pada Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
“Di samping itu, sebelum tanam kita juga rekomendasikan. Ketika ada permasalahan pada tanaman padinya, mereka bisa mendapatkan klain Rp6 juta per hektare hanya dengan membayar 30 ribu. Sehingga bisa menutupi modal tanam berikutnya,” ujarnya.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Padarincang, Hanip Muslim menjelaskan, ada seluas 70 hektare lahan pertanian di Kecamatan Padarincang yang terendam banjir sejak Senin 2 Desember 2024. “Di Desa Citasuk sekitar 25 hektare, laku di Desa Kalumpang seluas 45 hektare,” ujarnya.
Ia mengaku, meski di area pemukiman sudah mulai surut, namun air yang merendam area pesawahan. Pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap tanaman yang terendam untuk memastikan apakah ada yang mengalami puso atau tidak.
“Sawah aga lama genangannya. Terendam sejak hari Senin. Untuk tanaman usia di 15-30 hari setelah tanam. Ada juga yang 45 hari setelah tanam. Kalau satu minggu terendam bisa terkena puso,” ujarnya.
Editor : Aas Arbi











