LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan hektare sawah di Kabupaten Lebak terendam banjir akibat hujan dalam beberapa hari terakhir. Dari luas lahan itu, 50 hektare tanaman padi dinyatakan puso atau gagal panen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan, kondisi tersebut tidak mengganggu ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Pemkab Lebak menyebut, produksi padi pada tahun 2026 masih berada dalam kondisi aman dan terkendali. Hasil panen diproyeksikan tetap mampu memenuhi kebutuhan konsumsi warga Lebak hingga satu tahun ke depan.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yanuar, mengatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menjadi penyebab utama terendamnya lahan pertanian.
Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 269 hektare sawah yang terdampak banjir.
“Untuk kumulatifnya itu yang terkena ada 269 hektare, yang puso 50 hektare, yang terancam puso 73 hektare,” ujar Rahmat di jantornya, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sawah yang terendam tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Cikulur, Cibadak, Malingping, dan Wanasalam.
Distan Lebak, lanjut Rahmat, berupaya mengusulkan bantuan bagi petani yang lahannya terdampak banjir.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani kembali mengolah sawah dan melanjutkan musim tanam berikutnya.
“Mudah-mudahan yang puso ini bisa kita mengajukan bantuan, dan bukan mudah-mudahan tapi harus itu ya, minimal ada bantuan bibit untuk mereka tanam kembali,” ucapnya.
Meski ada lahan yang gagal panen, Rahmat optimistis, target produksi padi tahun 2026 akan tercapai.
Editor: Agus Priwandono











