LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID — Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Lebak, Rabu, 14 Januari 2026, merendam belasan hektare lahan persawahan milik petani di Blok Guha, Desa Sukadaya, Kecamatan Cikulur. Banjir menggenangi sawah sejak sehari sebelumnya dan mengancam tanaman padi yang baru ditanam.
Genangan air terjadi akibat curah hujan yang tinggi. Selain itu, kondisi tersebut semakin parah karena pintu irigasi di wilayah tersebut rusak dan tidak berfungsi sejak lama. Akibatnya, aliran air sungai meluap dan masuk ke area persawahan warga.
Salah seorang petani setempat, Oji, menjelaskan banjir mulai menggenangi sawah sejak hujan turun tanpa henti.
“Banjirnya dari kemarin, Pak. Hujan terus enggak berhenti-berhenti. Sawah jadi tergenang semua,” kata Oji kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 14 Januari 2026.
Oji memperkirakan luas sawah terdampak mencapai belasan hektare. Ia menilai kerusakan pintu irigasi menjadi persoalan utama yang menyebabkan banjir terus berulang.
“Pintu irigasinya sudah puluhan tahun enggak pernah bisa dibuka. Pernah dicoba warga, tapi enggak bisa diangkat karena sudah rusak,” ujarnya.
Selain pintu irigasi, Oji menyebut saluran irigasi juga mengalami pendangkalan karena tidak pernah dikeruk. Kondisi tersebut membuat aliran air tersumbat saat hujan deras turun.
“Dangkal sekali. Sudah lama enggak dikeruk,” katanya.
Lebih lanjut, Oji menyampaikan tanaman padi yang baru ditanam hampir dipastikan gagal panen akibat terendam air.
“Padinya baru tanam, baru diolah satu kali. Kalau terendam begini pasti busuk. Sudah bisa dipastikan gagal panen,” tuturnya.
Oji berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki pintu irigasi dan sistem pengairan agar banjir tidak terus berulang dan petani dapat kembali beraktivitas dengan aman.
“Belum pernah ada perbaikan. Mesin banyak yang hilang, pintu irigasi rusak, tapi enggak pernah diganti. Kami berharap segera ada perhatian,” ucapnya.
Hingga kini, petani di Kecamatan Cikulur masih memantau kondisi genangan air sambil berharap hujan segera reda dan air surut.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi











