SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprediksi akan potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan ke depan. BBMKG pun meminta kepada warga untuk waspada akan bencana yang berpotensi merusak dampak dari cuaca ekstrem itu.
Kepala BBMKG Wilayah II Hartanto menjelaskaskan, cuaca ekstrem ini ditimbulkan oleh dua fenomena yakni Bibit Siklon Tropis 91S yang saat ini masih terpantau di sekitar Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung, tepatnya di 10.0°LS dan 99.1°BT dengan kecepatan angin maksimum 25 knots (46 km/jam) dan tekanan udara minimum 1003 hPa.
Bibit Siklon Tropis ini juga yang telah membuat Banten dalam satu sepekan terakhir diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, bahkan membuat beberapa daerah terendam banjir.
Juga fenomena Gelombang Low Frequency yang cenderung persisten terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia barat Banten, perairan selatan Jawa, dan pesisir selatan Jawa.
“Cuaca ekstrem ini perlu kita waspadai karena diperkirakan dapat terjadi hingga sepekan kedepan,” kata Hartanto, Selasa 10 Desember 2024.
Ia menuturkan, Bibit Siklon Tropis 91S memberikan dampak tidak langsung terhadap risiko cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, atau bahkan banjir bandang.
“Bencana ini rawan terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian Barat dan Selatan, serta Lebak bagian Barat dan Selatan,” tuturnya.
Selain itu, cuaca ekstrem ini juga dapat menimbulkan gelombang dengan ketinggian 2.5 – 4.0 m atau gelombang kategori tinggi di Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten, dan Samudra Hindia Selatan Banten.
BBMKG Wilayah II memprediksi perkembangan kondisi cuaca Banten dimana hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, akan terjadi selama periode 10 – 15 Desember 2024 di wilayah Kabupaten Pandeglang bagian Barat dan Selatan, Kabupaten Lebak bagian Barat dan Selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Serang bagian Barat dan Kota Serang.
“Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, kami mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air, terutama di wilayah rawan,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya meminta untuk tetap tenang dan selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG yakni website https://cuaca.bmkg.go.id, dan media sosial @bmkgwilayah2. “Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru,” imbuhnya.
Editor: Bayu Mulyana











