SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Sebanyak 85 hektare sawah di Kabupaten Serang mengalami puso akibat terendam banjir. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Kecamatan Mancak, Pontang, Ciruas serta Kecamatan Tunjung Teja.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suharjo mengatakan, selama musim hujan, ada sebanyak 508 hektare lahan pertanian di Kabupaten Serang yang terendam banjir.
“508 hektare tersebut tersebar di 11 Kecamatan yakni Kecamatan Padraincang, Ciruas, Jawilan, Bandung, Mancak, Pontang, Tirtayasa, Lebak Wangi, Cinangka, Tunjung Teja dan Kecamatan Cikeusal,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 21 Desember 2024.
Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 85 hektare sawah yang mengalami puso akibat terendam banjir dengan waktu yang lama sehingga mengakibatkan puso. Tanaman yang puso tersebar di lima desa di empat kecamatan di Kabupaten Serang.
“Di Desa Bumi jaya Kecamatan Ciruas Seluas 6 Hektare, Desa Cikedung Kecamatan Mancak paling banyak itu ada 42 hektare. Lalu di Desa Pulokencana, Kecamatan Pontang 2 Hektare, serta di Desa Kemuning dan Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja itu ada 85 hektare,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, mayoritas tanaman yang mengalami puso ialah tanaman padi yang baru masa pertanaman. “Jadi tidak ada yang mau panen, usianya dibawah 30 hari setelah tanam,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, sudah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pertanian Provinsi Banten. Itu dilakukan agar nantinya para petani yang mengalami puso bisa mendapatkan bantuan berupa pergantian benih.
Sementara bagi petani yang sudah tergabung dalam Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) mereka akan mendapatkan pergantian sekitar 6 juta rupiah per hektare.
“Namun memang minat petani untuk ikut asuransi masih sangat kurang. Padahal hanya 48 ribu per hektare cuman mereka masih susah. Karena kalau tidak terjadi apa-apa mereka tidak mendapatkan apapun,” ujarnya.
Pihaknya mengaku, masih melakukan terus melakukan update terhadap jumlah lahan yang mengalami puso.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi












