PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan globalisasi, generasi muda Indonesia menghadapi tantangan besar untuk menjaga kelestarian budaya tradisional.
Kemajuan teknologi yang membuat akses informasi semakin mudah melalui internet justru membawa dampak negatif. Dominasi budaya asing di media sosial sering kali membuat budaya lokal terpinggirkan.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Yana Heryana, mengungkapkan, tantangan utama dalam melestarikan seni budaya lokal di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial menjadi salah satu faktor yang membuat generasi muda lebih tertarik pada budaya luar dibandingkan budaya lokal.
“Adanya media sosial dan segala macam itu jadi tantangan. Anak muda sekarang lebih tertarik dengan budaya luar. Makanya, kita berupaya mendorong agar mereka kembali mencintai seni budaya kita,” ungkap Yana, Senin 23 Desember 2024.
Untuk menarik minat generasi muda, pihaknya mencoba mengombinasikan seni tradisional dengan seni modern. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan tampilan yang lebih variatif dan menarik.
“Kami coba kolaborasikan seni tradisional dengan seni modern agar tampilannya lebih menarik dan bisa menjadi daya tarik tersendiri,” jelasnya.
Yana juga menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi anak muda untuk berkreasi dengan seni budaya lokal. Disparbud Pandeglang menyediakan fasilitas seperti Balai Budaya untuk mendukung aktivitas seni.
“Kami memberikan ruang baik untuk anak sekolah maupun komunitas seni agar memanfaatkan fasilitas di Balai Budaya. Selain itu, kami menjaga kemitraan dengan para seniman dan sanggar,” ucap Yana.
Dia menyebut, pihaknya terus berkomunikasi dengan para pelaku seni untuk mencari solusi dalam melestarikan budaya lokal. Langkah ini dilakukan agar seni tradisional Pandeglang tetap hidup di tengah gempuran budaya luar.
“Kami sering berbincang dengan pelaku seni mengenai permasalahan yang mereka hadapi. Tujuannya, untuk mencari solusi agar seni budaya lokal tetap bisa dilestarikan,” ujarnya.
Yana juga mengajak masyarakat Pandeglang untuk lebih mencintai seni tradisional daerahnya ketimbang budaya luar.
Ia berharap seni budaya lokal bisa menjadi kebanggaan dan sering ditampilkan dalam berbagai acara, sehingga pelaku seni di Pandeglang dapat terus berkarya dan memperoleh penghidupan dari profesi mereka.
“Harapan saya, masyarakat jangan malu mencintai seni asli Pandeglang. Kalau ada acara, alangkah baiknya menampilkan seni tradisional Pandeglang daripada seni dari luar. Dengan begitu, para pelaku seni lokal bisa hidup dan terus berkarya,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











