SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Guru-guru di Indonesia, termasuk di Kabupaten Serang, diminta untuk melakukan transformasi, yakni melek terhadap perkembangan teknologi namun tetap tetap menguatkan karakter peserta didik.
Ketua Departemen Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi, Pengurus Besar PGRI, Dudi Wahyudi, mengatakan, proses pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Untuk itu, perlu ada penyesuaian dengan kondisi saat ini sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan dengan efektif, efisien, serta menarik bagi peserta didik.
“Proses pendidikan itu tidak stagnan. Jangankan guru, organisasi saja bertransformasi ke arah digitalisasi, kita ke depankan,” katanya, Rabu, 25 Desember 2024.
Ia mengaku, tidak ingin melakukan digitalisasi proses pembelajaran, tetapi guru harus melek terhadap digitalisasi dan menguatkan karakter. Sehingga, hadir proses pembelajaran yang inovatif dan menarik.
“Anak-anak kita sudah di zaman itu sekarang, jadi kalau guru tidak berlari menyeimbangkan proses terhadap peningkatan karakteristik anak-anak, khawatir tidak ada klop antara digitalisasi dan karakter,” ujarnya.
Selain mendorong agar guru bertransformasi, katanya, PGRI juga akan mendorong untuk peningkatan kesejahteraan dan melindungi guru. Sehingga, guri merasa nyaman dan aman ketika melaksanakan tugasnya.
“Kita semua mendorong agar kesejahteraan guru kemudian tingkatkan martabat guru maka pendidikan guru bisa ditingkatkan,” ujarnya.
LPj Sekda Kabupaten Serang, Rudy Suhartanto, mengatakan, di era saat ini, tantangan guru sangat berat lantaran menghadapi target Indonesia Emas 2045.
Untuk itu, para guru harus disiapkan termasuk dengan memberikan pembekalan pada guru.
“Guru harus berupaya meningkatkan kualitas SDM sehingga meningkatkan kualitas pendidikan. Karena generasi saat ini di sekolah, mereka yang akan menjadi generasi penerus,” katanya.
Ia mengatakan, guru di Kabupaten Serang tidak boleh gaptek. Pasalnya, ada banyak teknologi informasi yang bisa diakses untuk memperkaya bahan-bahan pembelajaran.
Selain itu, dengan sentuhan teknologi, proses pembelajaran tentunya bisa dikemas lebih menarik.
“Guru harus siap, guru tidak boleh gaptek, guru harus mengejar perkembangan teknologi yang berkembang pesat,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono











