SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah kebutuhan pokok di Kota Serang, salah satunya Minyak Goreng Kita atau subsidi, ditemukan dijual dengan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Hal itu diketahui berdasarkan hasil pantauan di lapangan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DinkopUKMPerindag) Kota Serang, para pedagang seperti di Pasar Induk Rau menjual Minyak Goreng Kita sebesar Rp18 ribu per liter.
Padahal, pemerintah pusat telah menetapkan HET Minyak Goreng Kita di bulan Agustus 2024 sebesar Rp15.700.
Kepala Bidang Perdagangan pada DinkopUKMPerindag Kota Serang, Wiwi Laras mengatakan, pihaknya akan mencari tahu terlebih dahulu permasalahan terkait kenaikan kebutuhan pokok.
“Ternyata permasalahannya ada di beberapa faktor. Kita sebagai pemerintah daerah menyampaikan apa yang terjadi di lapangan. Sehingga permasalahan itu akhirnya menjadi bahan pertimbangan pimpinan, kemudian dicarikan solusinya, dan juga dilaporkan ke pusat,” kata Wiwi saat dihubungi, Senin, 30 Desember 2024.
Wiwi mengakui, terdapat sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan cukup tinggi.
“Ada komoditi yang naiknya terlalu tinggi, tapi memang kalau dilihat dari hukum ekonomi, ketika demand-nya banyak, akhirnya suply-nya terbatas, harga naik,” kata Wiwi.
Menurut Wiwi, cabai rawit merah saat ini berada diangka Rp75.000 per kilo, dari yang biasanya diharga Rp20.000. “Kemudian Minyak Goreng Kita yang biasanya harganya Rp16.000 sekarang Rp18.000. Telur naik di harga Rp31.000 sampai Rp32.000 saat ini. Sementara daging ayam masih angka stabil di angka Rp35.000,” ungkap Wiwi.
Kata Wiwi, kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok itu akibat dari permintaan yang cukup banyak. Ditambah lagi perayaan akhir tahun.
“Semua orang ingin merayakan tahun baru dengan makanan. Akhirnya demand-nya meningkat,” ucap Wiwi.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











