PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 sedikit alami penurunan.
Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang Muhamad Rusli mengatakan, hasil sementara rekap siaga wisata mencatat sebanyak 48.170 wisatawan lokal dan 168 wisatawan mancanegara berkunjung ke sejumlah destinasi di Pandeglang.
“Rekap terakhir dari siaga wisata yang kami kumpulkan melalui link yang disebar ke pengelola destinasi wisata. Data ini berdasarkan laporan dari beberapa pengelola wisata di Pandeglang, meski belum mencakup semuanya,” ungkap Rusli saat ditemui di kantor Disparbud Pandeglang, Kamis 2 Januari 2025.
Namun, angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana Pandeglang mencatat sekitar 500 ribu wisatawan.
Rusli menjelaskan, beberapa destinasi wisata yang melaporkan data kunjungan antara lain Pantai Cemara, Geopark Pandeglang, Curug Leuwi Bumi, Saung Biru, Kampung Korea, Pantai Pandan, Ujung Kulon Nirwana Resort, Villa Hijau Gunung Karang, Pesona Curug Goong, Pemandian Cikoromoy, Pantai Asoka, Konservasi Bawah Laut, hingga kolam renang DM Tirta Persada.
Rendahnya tingkat kunjungan wisatawan ke Pandeglang pada libur akhir tahun 2024 disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya cuaca ekstrem dan kekhawatiran akan potensi gempa megathrust.
“Kami sudah berdiskusi dengan beberapa pelaku usaha, dan memang isu bencana seperti tsunami atau megathrust kerap muncul di momen-momen tertentu, khususnya akhir tahun atau saat Lebaran. Hal ini cukup memengaruhi minat wisatawan,” ujarnya.
Rusli menambahkan, kekhawatiran wisatawan semakin meningkat akibat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
“Cuaca ekstrem dan isu megathrust membuat wisatawan merasa khawatir atau was-was untuk berkunjung ke Pandeglang,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya terus berupaya meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap keamanan dan kenyamanan destinasi wisata di Pandeglang.
Reporter: Moch Madani Prasetia











